Real Asset Vs. Paper Asset (1)

Pada pembahasan yang lalu, telah kami bahas perencanaan dana warisan melalui paper asset asuransi jiwa. Lantas, apa yang membedakan berencana/berinvestasi dengan paper asset dan investasi dengan real asset seperti rumah, ruko, apartemen, tanah, logam mulia, dan lain-lain?

Di Indonesia, berinvestasi dengan paper asset masih belum terlalu populer. Masyarakat di negara kita lebih terbiasa dengan investasi real asset. Bahkan, banyak dari masyarakat kita yang memiliki rumah, ruko, atau  apartemen lebih dari satu. Pada dasarnya, berinvestasi dengan kedua jenis asset di atas sah-sah saja dan sama-sama menguntungkan. Namun, apakah ada perbedaan baik dari segi kepraktisan maupun keuntungan yang bisa diperoleh di antara kedua jenis investasi tersebut?

Pertama-tama, mari kita pelajari dulu salah satu contoh real asset, yaitu rumah. Biasanya, rumah pertama kita gunakan sebagai tempat tinggal, tetapi rumah kedua biasanya kita beli untuk tujuan berinvestasi agar dapat diwariskan ke anak-cucu kita.

Contoh kasus 1:

Pak Rahmat membeli rumah kedua senilai 2,5 Milyar. Karena pembelian rumah kedua ini adalah untuk berinvestasi, maka sebaiknya Pak Rahmat membelinya dengan KPR Bank, walaupun Pak Rahmat memiliki uang cash sebesar 2,5 M . Dengan membeli rumah tersebut via KPR, Pak Rahmat hanya perlu membayar uang muka sebesar 30% dari Rp. 2,5 M, yaitu sebesar Rp. 750 juta. Jika dengan Asumsi KPR selama 10 tahun dan Asumsi Bunga Efektif 12%/th, maka cicilan yang harus dibayar oleh Pak Rahmat adalah sekitar Rp. 30 juta/bulan. Pak Rahmat masih memiliki uang 1 Milyar 750 juta yang didepositokan di Bank dengan bunga deposito 5%/th, dapat bunga sekitar Rp. 7,2 juta/bulan.

Karena Pak Rahmat membeli rumah tersebut melalui KPR, jika saat berinvestasi Pak Rahmat meninggal dunia, walaupun misalnya dia baru membayar cicilan sebanyak satu kali, maka rumah tersebut dianggap lunas dan ahli warisnya berhak memiliki rumah tersebut. Hal ini terjadi karena KPR bekerjasama dengan asuransi jiwa, di mana jika kreditor meninggal dunia maka cicilan rumah tersebut dilunasi oleh pihak asuransi. Jadi, di sini Pak Rahmat hanya berinvestasi sebesar Rp. 750 juta. Walau pun Pak Rahmat baru mencicil sebanyak satu kali tetapi anak-anaknya sebagai ahli waris sudah memiliki rumah senilai 2,5 M, ditambah bunga deposito sebesar Rp. 7,2 juta/bulan. Hal ini sangat menarik, bukan?

Namun, investasi ini sudah lama ditinggalkan oleh masyarakat di negara maju karena dinilai tidak praktis dan kurang menguntungkan. Real asset bersifat tidak liquid (tidak mudah dicairkan ke dalam bentuk uang tunai). Apabila ahli waris Pak Rahmat membutuhkan uang tunai karena Pak Rahmat sebagai pencari nafkah sudah tiada, maka kemungkinan besar rumah tersebut akan dijual. Namun, menjual rumah tidak semudah menjual kacang goreng, bukan? Ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan oleh si ahli waris:

  1. Biaya maintenance (perawatan) rumah, sebelum laku dijual.
  2. Biaya iklan atau fee untuk agen pemasaran sekitar 2-3% dari harga jual.
  3. Pajak penjual sebanyak 5% dari harga jual (apabila sudah laku).
  4. Biaya balik nama ke notaris agar rumah tersebut sah tercatat sebagai hak milik si ahli waris.

Dengan adanya biaya-biaya di atas, tidak heran jika banyak rumah warisan orang tua yang dijual murah oleh anak-anaknya karena mereka membutuhkan uang cash dengan cepat. Di sini, harta warisan dapat mengalami penurunan nilai secara signifikan.

Tentunya Anda tidak ingin harta warisan Anda untuk anak-anak Anda menjadi berkurang nilainya, bukan? Selain faktor kepraktisan dan keuntungan di atas, masih ada alasan lain mengapa real asset kurang digemari di negara-negara maju. Apakah itu? Mari kita ikuti berita siang selanjutnya besok di jam yang sama. Stay tuned…

Salam Planners

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: