Simulasi Perencanaan Dana Warisan Berupa Tanah dan Bangunan

Siang Planners,
Tahukah Anda, agar ahli waris Kita dapat menikmati warisan berupa tanah dan bangunan, mereka harus membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atau secara umum dikenal sebagai Pajak Warisan? Ya, menurut Peraturan Pemerintah No. 111 Tahun 2000 tentang Pengenaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Karena Waris atau Hibah Wasiat, ahli waris yang ingin mengubah nama sertifikat kepemilikan atas tanah dan bangunan wajib membayar BPHTB, yang perhitungannya disesuaikan dengan harga pasar tanah dan bangunan tersebut. Namun, seringkali masyarakat kita masih awam akan hal ini, sehingga mereka tidak menyiapkan dana yang cukup untuk itu. Akibatnya, banyak ahli waris yang terpaksa menjual tanah dan bangunan tersebut dengan harga murah karena mereka tidak mampu membayar BPHTB tersebut.

Sebenarnya, dana untuk membayar BPHTB dapat disiapkan dari sebelum kita meninggal dunia. Yang perlu diingat di sini adalah, setiap kali kita membeli sebidang tanah dan bangunan, sebenarnya kita berhutang biaya BPHTB Waris kepada ahli waris kita. Kita hanya perlu memastikan bahwa dana tersebut tersedia ketika ahli waris kita membutuhkannya. Oleh karena itu, kita perlu memasukkan biaya BPHTB atas seluruh tanah dan bangunan yang kita miliki ke dalam perencanaan dana warisan kita. Bagaimana caranya? Mari simak simulasi di bawah ini:

Bapak Joko (35 tahun) memiliki sebuah rumah di atas tanah seluas 300M2 yang terletak di daerah Manggarai, Jakarta Selatan. Beliau ingin agar kelak ketika dia meninggal dunia, anak tunggal dan istrinya tetap tinggal di rumah tersebut sampai beranak cucu. Dia mengetahui bahwa ahli warisnya harus membayar BPHTB agar rumah tersebut tetap menjadi hak milik mereka selamanya. Untuk itu, Pak Joko membuat perencanaan dana warisan yang bisa mengcover biaya tersebut.

Pertama-tama, kita hitung BPHTB yang harus dibayar apabila Pak Joko meninggal tahun ini. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun 2013 yang tercantum dalam surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) adalah sebesar Rp. 800jt.  Nilai tidak kena pajak (NTKP) untuk wilayah DKI Jakarta adalah sebesar Rp.300jt.

Simulasi perhitungan BPHTB waris yang harus di bayar oleh para ahli waris adalah sebagai berikut:

{ (NJOP  –  Rp.300jt)  x 5%}   x  50%

{ (Rp. 800jt – Rp. 300jt)  x 5%}  x  50%  = Rp. 12.500.000,–

Jadi BPHTB waris yang harus di bayar oleh ahli waris Pak Joko apabila Pak Joko meninggal tahun ini adalah sebesar Rp. 12.500.000,–

Namun, umur seseorang tidak ada yang tahu kecuali Tuhan, bukan? Oleh karena itu, Pak Joko harus menyiapkan dana yang harus disediakan apabila beliau meninggal dunia pada saat beliau berusia paling maksimum dari rata-rata keberlangsungan hidup orang Indonesia, yaitu 70 tahun bagi pria. Selain itu, perlu diketahui juga kenaikan rata-rata harga rumah pertahun, khususnya di daerah Jakarta, yaitu sebesar 20-25% pertahun. Di sini, Kita ambil nilai maksimalnya, yaitu 25%.

Dari perhitungan tersebut, diperoleh Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) rumah Pak Joko pada saat beliau berusia 70tahun adalah Rp. 1.972.150.000.000. Total dana BPHTB yang harus dibayarkan apabila Pak Joko meninggal dunia pada usia 70 tahun dan asumsi kenaikan harga rumah di Jakarta stabil 25% pertahun adalah sebesar:

{(1.972.150.000.000 – 300.000.000) x5%} x 50% = Rp. 49.296.250.000

Apabila Pak Joko menyimpan di tabungan dengan hasil investasi 5%, maka uang yang harus disisihkannya adalah Rp. 43.316.956 per bulan. Apabila beliau menyimpan di tabungan dengan hasil investasi 10%, maka dia harus menabung Rp. 13.779.441, apabila dia menyimpan di tabungan dengan hasil investasi 15%, maka dia cukup menabung sebesar Rp. 4.053.918 per bulan. Selain itu, Pak Joko juga harus memproteksi tabungan tersebut dengan Asuransi jiwa yang uang pertanggungannya mencukupi biaya hidup selama 6 bulan, sehingga ketika Pak Joko meninggal dunia istri dan anaknya bisa melanjutkan hidup dengan nyaman, tanpa harus menjual aset.

Demikian simulasi kami hari ini.
Salam Planners

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: