Mengatur Keuangan Agar tidak Tekor Setelah Lebaran

Dear Planners,

Biasanya ketika menyambut lebaran, kita cenderung untuk menjadi lebih konsumtif, apa-apa ingin dibeli, hanya untuk memperlihatkan kesuksesan kita ketika kita pulang kampung, dengan banyaknya harta benda yang kita bawa. Seringkali pikiran untuk “show off” (pamer) ini membuat kita lupa bahwa kita masih memiliki masa depan yang harus dijalani.

Setelah euforia lebaran dan liburan panjang berlalu, kita baru sadar bahwa kondisi keuangan kita sudah tidak stabil lagi, bahkan mengalami defisit. Di sini, baru kita merasa menyesal telah menghabiskan uang kita dalam jumlah yang sangat banyak sekali hanya untuk berlebaran. Uniknya, penyesalan ini terus berlanjut ke lebaran-lebaran di tahun-tahun berikutnya. Seperti lingkaran setan, masalah ini sepertinya tidak akan pernah berhenti. Namun, apabila kita analisa lebih jauh, sebenarnya yang menjadi masalah utama adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kita dalam mengelola keuangan. Setelah lebaran, ketika kita sudah habis-habisan dengan kondisi keuangan yang semakin menipis, apa yang harus kita lakukan agar arus kas (cash flow) kita tetap seimbang?

1. Rencanakan pengeluaran untuk hari raya di tahun-tahun berikutnya dari sekarang

Setelah lebaran tahun ini, ibarat bayi yang telah terlahir kembali, anggap saja arus kas Anda menjadi nol, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

Sekarang, mari kita hitung kembali semua kebutuhan selama satu tahun ke depan. Artinya, kita buat perencanaan keuangan tahunan berdasarkan kalender Hijriyah tentang Peringatan Hari Besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj, Ramadhan, zakat fitrah dan zakat mal yang harus dikeluarkan di hari Idul Fitri (termasuk mudik jika terbiasa pulang kampung), dana untuk membeli hewan qurban pada hari Idul Adha/Hari Raya Qurban, perayaan 1 Muharram, serta perayaan-perayaan lainnya seperti akikah anak, peringatan hari ulang tahun, dan lain-lain. Selain itu, hitung juga pengeluaran-pengeluaran tahunan lainnya, seperti pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), perpanjangan STNK & SIM, pembayaran Pajak Penghasilan, dan lain-lain.

Dengan merencanakan keuangan kita semenjak dini, maka pos-pos pengeluaan dadakan yang dapat menjadi salah satu penyebab borosnya pengeluaran kita, akan bisa kita minimalisasi. Paling tidak, kita bisa mendapatkan tiket untuk pulang kampung dengan harga promo yang tentunya jauh lebih murah daripada jika kita beli secara mendadak, mendekati hari H perayaan Idul Fitri, misalnya.

2. Cari penghasilan (income) tambahan

Perlu Anda ingat, di setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Apabila setelah lebaran tahun ini keuangan Anda mengalami defisit kronis, maka jalan terbaik untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkan momentum dan kesempatan yang ada. Contohnya, dengan adanya hari kemerdekaan yang jatuh setelah lebaran tahun ini, sebenarnya kita bisa menjadikannya sebagai peluang usaha sampingan di luar aktifitas kerja kita sehari-hari. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan momentum masuk kembalinya anak sekolah dengan usaha menjual peralatan sekolah anak, misalnya, dan lain sebagainya.

Jika sebelumnya Anda sudah menyisihkan 30 persen dari penghasilan Anda untuk tabungan dan investasi, sekarang saatnya uang tersebut diputar ke sektor riil. Apabila Anda sudah tidak memiliki modal usaha karena sudah habis-habisan dipakai untuk berlebaran, sambil menunggu gaji bulanan Anda, ada baiknya Anda mulai rencanakan peluang usaha lain yang terkait dengan perayaan-perayaan tahunan yang akan datang dalam satu atau dua bulan berikutnya.

3. Tunda rencana investasi jangka panjang

Sebenarnya menunda rencana investasi jangka panjang seperti saham dan reksa dana kurang bijak untuk dilakukan. Namun, karena pos-pos pengeluaran sudah bertambah dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dan kenaikan harga barang, maka rencana investasi jangka panjang terpaksa kita tunda dulu. Tentunya, dengan tetap melakukan investasi jangka menengah (usaha di sektor riil, misalnya), kita dapat mengatasi defisit keuangan yang kita alami sekarang ini.

Demikian tips dari kami untuk mengatasi masalah keuangan yang seringkali kita alami pasca lebaran. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebi lanjut mengenai keuangan, silahkan hubungi kami.

Salam Planners

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: