Selamat Siang Planners,
Apakah jawaban dari pertanyaan judul diatas bagi Anda??
Seseorang dikatakan TIDAK BUTUH asuransi jiwa, jika :
- Ia siap menanggung seluruh biaya yang akan timbul karena hidupnya mengalami gangguan, seperti masalah kesehatan walau sampai tahap kritis sekalipun (seperti : Kanker, Stroke, dsb).
- Ia memiliki aset kekayaan yang melimpah, sehingga apabila biaya tersebut diatas timbul, maka Ia tidak perlu menjual aset kekayaannya.
- Selain itu, apabila Ia sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga mengalami “tutup usia”, maka keluarga yang ditinggalkan masih dapat meneruskan hidup dengan gaya hidup yang sama seperti ketika Ia ada di tengah-tengah mereka.
- Ia telah melengkapi manfaat asuransi jiwa yang ideal bagi diri sendiri dan seluruh keluarga.
Seseorang dikatakan BUTUH asuransi jiwa, jika :
- Ia tidak bersedia menanggung seluruh biaya yang timbul karena masalah kesehatan dsb, lebih baik uangnya digunakan untuk hal lainnya yang bermanfaat.
- Ia memiliki aset kekayaan melimpah, namun Ia tidak ingin sampai harus menjual aset kekayaan hasil kerja kerasnya selama ini, hanya karena masalah jiwa ataupun kesehatannya.
- Ia yang hanya memiliki kekayaan sedikit (uang kecil), namun butuh sejumlah uang besar dimana mungkin terjadi bila terdapat gangguan kesehatan pada dirinya.
- Apabila Ia sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga mengalami “tutup usia”, maka Ia ingin keluarga yang ditinggalkan tidak terlantar (sesuai dengan ajaran agama), dan gaya hidup pun tidak perlu berubah menjadi super hemat.
- Apabila Ia tidak ingin menjadi beban yang harus ditanggung secara finansial, bila Ia mengalami resiko dalam pekerjaan.
Demikian sekilas pertimbangan yang perlu Anda cermati dengan bijaksana. Jadi manakah posisi Anda sekarang?
Hubungi Kami untuk diskusi dan perencanaan lebih lanjut..
Salam Asuransi..
