Real Asset Vs. Paper Asset (2)

Siang Planners, hari ini kami akan lanjutkan permbahasan tentang perbedaan antara real asset dan paper asset. Real asset tidak diminati oleh masyarakat di negara-negara berkembang karena selain karena tidak praktis, biaya-biaya tambahan yang harus dikeluarkan cukup banyak,  juga terdapat risiko yang tinggi dalam investasi tersebut. Mari kita simak contoh kasus 2 berikut ini:

Contoh kasus 2:

Investasi dengan real asset dinilai cukup berisiko tinggi karena tidak adanya perlindungan terhadap risiko cacat tubuh dan penyakit kritis karena KPR tidak menyediakan asuransi untuk itu. Artinya, Pak Rahmat tetap diharuskan untuk membayar cicilan sebesar Rp. 30 juta per bulan selama dia masih hidup, walaupun sudah tidak mampu lagi untuk membayarnya. Apabila di tengah periode cicilan KPR Pak Rahmat mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kelumpuhan atau terkena penyakit kritis seperti kanker prostat, kanker paru-paru, serangan jantung, jantung koroner, dll. yang menyebabkannya tidak mampu bekerja lagi dan membutuhkan uang yang cukup banyak untuk mengobati penyakitnya, maka keluarganya bisa terancam mengalami penurunan taraf hidup.

Selain itu, karena tidak bekerja dan membutuhkan banyak uang untuk pengobatannya, maka Pak Rahmat harus mencairkan sebagian dari uang depositonya untuk membayar rumah sakit dan obat-obatan yang harganya sangat mahal. Hal ini bisa menyebabkan berkurangnya bunga deposito yang diterima oleh keluarga Pak Rahmat. Karena tidak ada income dari Pak Rahmat, jika istrinya tidak bekerja, maka satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari adalah dengan mengambil uang tabungan mereka di Bank. Apabila penyakit kritis Pak Rahmat masih terus berkepanjangan, maka lama-lama uang depositonya akan habis untuk biaya pengobatan, biaya hidup, dan cicilan. Jika Pak Rahmat tidak mampu membayar cicilan lagi, maka rumah seharga Rp. 2,5 M tersebut akan disita oleh Bank. Akhirnya, ketika tutup usia, Pak Rahmat hanya meninggalkan sebuah rumah, atau bahkan hutang sebagai warisan untuk anak-anaknya. Na’udzubillah…

Oleh karena investasi real asset dinilai cukup merepotkan, memiliki tambahan biaya yang cukup banyak, tidak liquid, dan memiliki risiko tinggi, maka masyarakat di negara-negara maju merencanakan dana warisannya melalui paper asset asuransi jiwa. Seperti apakah investasi dalam bentuk ini? Kita ikuti kelanjutannya besok.

Selamat beraktifitas kembali…

Salam Planners

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan komentar