Manajemen Hutang: Mengapa Seseorang Berhutang?

Dear Planners,

Sebelum kita identifikasi hutang-hutang kita, ada baiknya kita telaah dulu permasalahan utama yang menyebabkan seseorang sampai berhutang. Pada dasarnya, hampir semua hutang dilakukan sebagai jalan keluar untuk mengatasi suatu keadaan yang disebut dengan defisit keuangan. Defisit keuangan adalah suatu keadaan di mana pendapatan kita tidak cukup untuk menutupi semua pengeluaran dalam suatu periode tertentu. Untuk itu, biasanya hal ini diatasi dengan cara:

1. Mengurangi/mengambil dari aset yang ada dengan;

(a) Mengurangi atau mengambil dari tabungan yang ada (paling disarankan).

(b) Mengurangi/menjual aset yang dapat diuangkan dengan segera, khususnya aset-aset

yang tidak produktif.

2. Menambah/menutup dengan hutang, dengan cara:

(a) Berhutang dari teman atau kerabat dekat (biasanya jumlahnya tidak besar dan tidak

dikenakan bunga)

(b) Berhutang dari lembaga pembiayaan/keuangan seperti bank atau lembaga

pembiayaan konsumen lain. Biasanya untuk peminjaman dengan jumlah yang

cukup signifikan dan dikenakan bunga pinjaman.

Defisit keuangan harus secepatnya diatasi dan diusahakan agar tidak terjadi berulang kali agar tidak terjadi masalah keuangan yang berkepanjangan. Apabila kita berhutang pada lembaga pembiayaan/keuangan, akan timbul beban bunga pinjaman yang harus dibayar selain kewajiban untuk mengembalikan pokok pinjaman itu sendiri. Bunga pinjaman ini, apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan pengeluaran pasif (passive expense) berupa biaya siluman yang tidak disadari besarnya dan selalu membebani kita. jadi, sebelum Anda berhutang, hendaknya dipikirkan terlebih dahulu sumber dana yang akan diandalkan untuk melunasi pinjaman tersebut beserta bunganya. Apabila sumber dana tersebut tidak ada, sebaiknya jangan berhutang.

Berhutang tidak selalu memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan keuangan seseorang. Seperti halnya dua sisi mata uang, berhutang memiliki sisi positif dan sisi negatif.

Sisi positif dari berhutang adalah:

1. Kemungkinan mendapatkan keuntungan/penghasilan dari peluang bisnis.

2. Dapat keluar sementara dari keadaan kesulitan/defisit keuangan.

3. Mampu membeli/memiliki barang yang bernilai sangat besar.

4. Kemungkinan berhutang tanpa bunga atau bunganya dibayarkan oleh pihak lain.

Sisi negatif dari berhutang adalah:

1. Menimbulkan kewajiban membayar pokok dan bunganya (passive expense).

2. Aset yang dijaminkan dapat disita, apabila hutang tidak terbayar.

3. Kredit macet dapat membuat kita masuk Daftar Hitam Bank Indonesia.

4. Bekerja keras untuk keuntungan pemberi pinjaman.

5. Menimbulkan gangguan mental dan emosional berupa pertengkaran, keretakan rumah

tangga, depresi, tindak kriminal, dan bunuh diri.

Bagaimana dengan manajemen hutang Anda? Sudahkah Anda pertimbangkan dengan matang dan pastikan sumber dana bagi hutang-hutang Anda sebelum Anda berhutang??

Salam Planners

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: