12 Mitos Menyesatkan tentang Keuangan dan Kesuksesan (2)

Dear Planners,

Kemarin sudah kita bahas mengenai dua mitos pertama dalam keuangan yang dapat menyesatkan Anda, yaitu uang tidak dapat memenuhi semua keinginan dan perencanaan keuangan bisa ditunda. Kali ini pembahasan akan kami lanjut dengan mitos ketiga dan keempat, yaitu:

1.  Menabung Hanya Untuk Orang-orang yang Memiliki Lebih Banyak Uang

Hal ini tidak benar, karena siapa pun dengan penghasilan berapa pun sebenarnya bisa menabung, asal memiliki tujuan yang jelas untuk itu, sehingga dia akan selalu berusaha untuk menyisihkan sebagian pendapatannya agar bisa mencapai tujuannya tersebut. Tujuan menabung bisa bermacam-macam, contohnya untuk pendidikan anak, untuk dana hari tua, untuk dana darurat, dan lain-lain.

Apabila seseorang berpikir bahwa dia hanya akan menabung apabila dia memiliki penghasilan yang besar, kemungkinan besar berapa pun besarnya penghasilan orang tersebut, dia tidak akan pernah memiliki tabungan. Hal ini terjadi karena pengeluaran selalu berbanding lurus dengan pendapatan. Semakin tinggi penghasilan Anda, semakin tinggi pula pengeluaran Anda, sedangkan Anda sudah terbiasa menghabiskan seluruh pendapatan Anda. Oleh karena itu, biasakan untuk menabung, berapapun penghasilan Anda.

Sebagai contoh, ada dua orang kepala rumah tangga, yaitu A dan B, yang memiliki pekerjaan yang sama dengan penghasilan yang sama. Namun, A selalu menyisihkan terlebih dahulu pendapatannya begitu dia menerima gaji, baru setelah itu membelanjakan sisanya. Sedangkan B selalu menghabiskan seluruh pendapatannya. Bisa dipastikan bahwa keluarga A dapat hidup dengan nyaman di masa depan, karena memiliki tabungan yang cukup. Sedangkan keluarga B tidak dapat hidup nyaman di masa depan karena selalu kekurangan uang. Gaya hidup yang manakah pilihan Anda?

2. Uang Bisa Didapat Hanya Dengan Bekerja

Pendapat ini tidak benar, karena uang bisa didapat dengan berbagai macam cara. Robert T. Kiyosaki membagi sumber penghasilan ke dalam empat kuadran (Cashflow Quadrant), yaitu Employee (pekerja), Self-employee (wirausaha/profesional), Businessman (pengusaha), dan Investor. Orang-orang yang berada di kuadran satu dan dua harus bekerja untuk mendapatkan uang. Sedangkan mereka yang berada pada kuadran tiga dan empat “mempekerjakan” uang/kekayaan yang dimilikinya untuk mencari uang bagi dirinya. Tanpa harus bersusah-payah mencari uang, uang sudah datang sendiri kepadanya dalam jumlah yang besar. Sudah berada pada kuadran yang manakah Anda?

Pada tulisan ini kita sudah bahas bagaimana mengelola uang Anda dengan baik agar hidup Anda selalu makmur dan sejahtera. selain itu, di sini juga telah dibahas bahwa Anda bisa mendapatkan uang dengan berbagai macam cara, selain dengan bekerja. Apabila Anda ingin informasi lebih lanjut tentang keuangan dan cara untuk pindah ke kuadran tiga dan empat, Anda bisa hubungi kami secepatnya melalui email. Ikuti terus pembahasan selanjutnya mengenai 12 mitos menyesatkan tentang keuangan dan kesuksesan.

Salam Planners!

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: