Langkah Ketiga Menuju Kebebasan Finansial: Kenali dan Lunasi Hutang Anda (1)

Dear Planners,

Terkadang di dalam hidup ini kita tidak bisa menghindar dari yang namanya berhutang, baik itu karena alasan kepepet untuk memenuhi kebutuhan hidup, ingin menambah modal,  atau pun karena sekadar mengikuti trend. Apa pun alasannya, apabila kita berhutang, berarti kita wajib untuk melunasinya, bukan?

Pada tulisan sebelumnya, telah kita bahas bahwa dilihat dari jangka waktu pelunasannya, terdapat dua jenis hutang, yaitu hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Namun, pada tulisan ini kita akan membahas apakah suatu hutang itu baik, jelek, atau super-jahat, karena dengan begitu kita akan mengetahui hutang mana yang harus dijadikan prioritas untuk dilunasi terlebih dahulu dan dikendalikan agar Anda dapat terbebas dari lilitan hutang dan melangkah dengan ringan menuju kebebasan finansial. Berikut ini, definisi mengenai hutang baik, hutang jelek, dan hutang super-jahat:

1. Hutang baik

Hutang baik adalah hutang yang dilakukan untuk mempercepat terbentuknya nilai kekayaan atau untuk menghasilkan sesuatu yang produktif. Contohnya, membeli rumah tinggal dan berinvestasi dengan cara kredit. Apabila kita hanya mengandalkan tabungan untuk memiliki rumah, dikhawatirkan tidak akan terbeli karena selain memakan waktu lama, harga rumah juga semakin lama akan semakin mahal. Oleh karena itu, kita perlu bantuan kredit agar bisa memiliki rumah yang kita inginkan.

Selain untuk memiliki rumah pertama, hutang yang dikatakan sebagai hutang baik adalah hutang yang ditujukan untuk menghasilkan sesuatu yang produktif, seperti untuk berinvestasi. Dengan berhutang untuk harta investasi ini, diharapkan keuntungan yang dihasilkan bisa digunakan untuk membayar pokok hutang plus bunga, serta memberikan keuntungan tambahan bagi si pengutang. Contoh hutang untuk investasi adalah hutang untuk membeli tanah yang dijual kembali, hutang untuk membangun rumah kos, dan hutang untuk mengumpulkan tabungan.

Namun, Anda harus waspada apabila Anda berhutang untuk berinvestasi, karena tidak ada yang bisa menjamin bahwa suatu investasi akan selalu menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, sebelum berhutang untuk investasi, kita harus mengetahui dengan pasti profil risiko dan kinerja dari investasi yang akan kita lakukan agar tidak mengalami kerugian yang berlipat ganda karena masih harus membayar pokok hutang plus bunganya. Selain itu, Anda juga harus mengetahui berapa break-event return (nilai return) yang Anda butuhkan agar margin lending (selisih keuntungan dengan cicilan yang harus dibayar) dapat menguntungkan bagi Anda.

2. Hutang jelek

Hutang jelek adalah hutang yang dibuat untuk membeli barang yang nilainya bisa menurun (barang konsumtif). Biasanya, hutang ini memiliki jumlah cicilan hutang (pokok+bunga) yang lebih besar daripada saat barang yang dibeli dengan hutang tersebut dijual kembali. Contohnya, hutang kredit pemilikan kendaraan bermotor. Bila kita membeli mobil baru tahun ini dengan harga Rp. 200 juta, maka bisa dipastikan bahwa pembayaran hutang Anda pasti minimal Rp. 220 juta (asumsi bunga kredit 9% petahun untuk jangka waktu 1 tahun plus biaya lainnya). Namun, apabila Anda ingin menjualnya kembali di tahun depan, belum tentu harganya bisa melebihi Rp. 220 juta. Selain itu, berhati-hatilah apabila kita mengambil kredit untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya dengan mengagunkan sertifikat rumah pertama. Hal ini dikarenakan adanya risiko kehilangan rumah pertama apabila di tengah jalan kita tidak sanggup membayar cicilan rumah kedua tersebut. Akan sangat menyedihkan apabila kita sampai kehilangan tempat tinggal hanya karena ingin memiliki rumah kedua yang di luar batas kemampuan kita, bukan?

Oleh karena itu, sebelum mengambil hutang kita harus mengetahui dengan pasti kemampuan finansial diri kita. Buatlah riset penawaran kredit untuk metode pembayaran, tingkat suku bunga, dan kemungkinan penalti yang paling kompetitif dan prioritaskan pelunasan untuk hutang jelek ini.

3. Hutang super-jahat

hutang super-jahat akan dibahas pada tulisan selanjutnya. Stay tuned….

Salam Planners

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: