Perencanaan Keuangan Syariah: Investasi yang Islami

Dear Planners,

Kali ini kita akan membahas tentang investasi yang Islami. Investasi adalah menunda konsumsi saat ini untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik di masa yang akan datang. Di dalam Islam, kita mengenal 2 macam investasi, yaitu investasi dunia dan investasi akhirat. Kedua investasi tersebut dapat kita lakukan agar mencapai kehidupan yang sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.

Investasi Dunia

Investasi dunia adalah segala bentuk investasi yang dinikmati oleh kita selama kita masih hidup atau dinikmati oleh orang lain yang kita tinggalkan bila kita mati. Yang termasuk ke dalam investasi dunia adalah investasi umum, pensiun, dan pendidikan anak.

a) Investasi,

yang dimaksud dengan investasi disini adalah investasi yang sudah dipahami di masyarakat pada umumnya, seperti membuka deposito, menabung, membeli saham, menambah asset, membeli obligasi dsbnya.

Tujuan yang diharapkan dari investasi adalah:

1. Melindungi nilai uang dari inflasi.
2. Dinikmati di masa yang akan datang.
3. Mengantisipasi ketidakpastian daya beli di masa yang akan datang.
4. Memelihara kelangsungan pendapatan (ketika kemampuan bekerja berkurang).
5. Meningkatkan aset.

Sebelum melakukan investasi, perlu diperhatikan beberapa hal penting yaitu adanya risiko. Dalam investasi dikenal istilah High Risk – High Return. Semakin tinggi risiko yang dimiliki oleh instrumen Investasi maka semakin tinggi tingkat pengembaliannya. Investasi di pasar modal misalnya. Investasi ini memberikan janji tingkat pengembalian yang cukup tinggi namun investasi inipun berisiko tinggi. Kita melihat beberapa hari belakanagn ini, setelah resesi ekonomi melanda Amerika Serikat, bursa saham seluruh dunia mengalami ketidak pastian yang sangat tidak menentu. Krisis keuanganpun melanda dunia.

Sebagai salah satu cara meminimisasi risiko dalam berinvestasi saham adalah dengan berinvestasi di reksadana. Yaitu membeli beberapa jenis saham (tidak hanya satu saham tunggal). Hal ini sesuai dengan prinsip investasi yaitu “Jangan Letakan Telur Pada Satu Keranjang”. Jangan meletakan investasi pada satu jenis investasi.

Investasi yang sedikit lebih aman dibandingkan saham yaitu dalam bentuk fixed income seperti obligasi atau surat hutang. Biasanya return yang diperoleh dari obligasi sedikit lebih tinggi dari SBI.

Nah berhubung investasi di pasar modal dalam beberapa hal masih dapat dikelompokan dalam hukum haram. Sebaiknya bila hendak berinvestasi dalam saham atau obligasi maka pilihlah investasi syariah. Saat ini sudah ada pasar modal syariah. Bahkan untuk pasar modal syariah ini sudah ada index syariah yang disebut Jakarta Islamic Index. Pada tahun 2004 penulis pernah melakukan penelitian tentang volatility JII terhadap IHSG (Index Harga Saham Gabungan) ternyata JII hanya memiliki volatility sekitar 0,50 % hingga 0,52 % saja. Itu artinya nilai JII secara statistik sama dengan IHSG. Salah satu contoh produk investasi yang sesuai syariah di bidang ini adalah produk unit link dari takaful indonesia[26] yaitu Istiqomah yang diinvestasikan pada obligasi, Mizan yang diinvestasikan baik pada obligasi maupun saham syariah dan Alia yang seluruhnya diinvestasikan pada saham syariah.

Nah bila investasi dilakukan di sektor ril maka yang perlu dilakukan adalah tingkat keamanan investasi tersebut. Berinvestasi di perkebunan misalnya. Kita harus paham benar tentang proses berkebun, dalam arti kita harus memiliki pengetahuan di bidang ini. Bila tidak, maka kita sebagai investor hanya akan mendapat informasi dari penggarap: “maaf pak, panen gagal karena terserang hama”. Bila kita berinvestasi di bidang franchise maka perlu diperhatikan orang di belakang layar atau pemilik bisnis tersebut. Apakah orang tersebut kredibel ataukah tidak.

Likuiditas investasi juga perlu diperhatikan. Bila kita memperkirakan bahwa kita akan mempergunakan dana yang diinvestasikan beberapa bulan di muka maka jangan berinvesatsi di area yang tidak liquid, seperti pembelian tanah, rumah atau ruko.

Bila liquiditas yang diperlukan maka lebih baik kita berinvestasi di bidang keuangan seperti deposito atau tabungan. Alternatif lain dalam berinvestasi adalah dengan membeli emas. Beberapa lembaga islampun saat ini gencar mengkampanyekan dinar sebagai alternatip investasi.

b) Pendidikan anak

Islam sangat memperhatikan masa depan anak kita[27]. Sebagaimana di dalam QS 4: 9 di atas, Allah SWT memperingatkan kepada umat islam agar mereka memiliki rasa takut dan khawatir apabila mereka meninggalkan keturunan yang lemah dan tidak sejahtera.

Islam mengajarkan agar anak-anak kita tidak bodoh dan tidak menjadi umat yang mudah dibodohi. Sehubungan dengan itu, kita harus menyiapkan anak-anak kita melalui pendidikan yang baik. Penyediaan pendidikan anak-anak ini sudah sepatutnya dirancang sebelum anak-anak mengenal arti pendidikan itu sendiri. Pendidikan anak merupakan kegiatan yang harus direncanakan sedari awal.

Kita tidak usah bicara pendidikan tinggi, untuk masuk TK saja terkadang uang pangkalnya mencapai di atas Rp 5 juta. Apalagi ketika masuk SDIT atau SMPIT. Luar biasa!. Itu kalo kita bicara SPP, di luar itu kita harus banyak mengeluarkan dana lebih untuk pembelian barang-barang pendudukung pendidikan lainnya. Oleh karenanya pendidikan anak harus dirancang jauh-jauh hari.

c) Pensiun

Mengapa kita harus mempersiapkan pensiun?

Di depan sudah kita jelaskan bahwa salah satu risiko dalam kehidupan adalah berumur panjang. Apabila kita ditakdirkan oleh Allah SWT memiliki usia yang lebih panjang maka kita akan menemui kehidupan yang disebut masa pensiun. Pada saat itu kemampuan kita berpenghasilan akan berkurang. Kemampuan fisikpun jauh menurun. Oleh karenanya kita membutuhkan dana yang berlebih untuk hidup hingga ajal menjemput. Oleh karena umur merupakan rahasia Allah SWT maka kita sudah selayaknya membuat perencanaan untuk pensiun mulai saat ini. Kita berharap pada usia pensiun, kita dapat mandiri tanpa merepotkan orang lain. Melalui perencanaan pensiun yang baik kita dapat menikmati kehidupan masa pensiun dengan baik.

Sayang, kesadaran untuk mempersiapkan masa pensiun ini belum disadari benar oleh kebanyakan orang, meskipun realitanya mereka sudah mengetahui hal ini. Beberapa hal yang menjadi kendala dalam perencanaan pensiun ini karena perencanaan pensiun tidak termasuk dalam prioritas alokasi keuangan. Sangat disayangkan memang.

Kita tahu yang namanya perubahan itu pasti akan terjadi pada kita semua. Baik perubahan fisik, mental, keuangan maupun perubahan di lingkungan kita. Perubahan lingkungan apa saja yang akan terjadi ketika kita memasukai usia pensiun?

Ketika kita memasuki usia pensiun, nilai uang sudah berubah. Akibat inflasi, nilai uang 1 juta yang tadinya begitu berharga akan menjadi uang yang tidak begitu bernilai. Uang 1 juta menjadi tidak ada apa-apanya. Nah dengan alasan tersebut maka kita harus dapat merencakan pensiun kita sejak dini.

Investasi Akhirat

Investasi akhirat adalah menunda konsumsi di dunia untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak di akhirat nanti. Beberapa bentuk investasi akhirat adalah:

a) Infak – Shadaqoh.

Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa: “Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa: “Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya).” (Mutafaq’alaih)

Infak[19] berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Menurut terminologi syariah infak berarti mengeluarkan sebagian harta atau pendapatan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan oleh ajaran islam. Bila zakat memiliki batas minimum wajib zakat (nishab) maka tidak demikian halnya dengan infak. Berapun harta (pendapatan) yang kita miliki maka infak boleh dikeluarkan.

Infak boleh diberikan kepada siapa saja, sedangkan zakat hanya diberikan kepada orang-orang tertentu yang biasa disebut mustahiq. Dengan demikian berbeda dengan zakat, infak memilliki banyak kebebasan dalam penunaiannya.

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Menurut terminologi syariah pengertian sedekah sama dengan infak termasuk hukum dan ketentuan-ketentuannya. Perbedaannya terletak pada obyek kegiatan. Bila infak hanya terbatas pada sesuatu yang bersifat materi maka sedekah bisa bersifat non materi. Yang dimaksud non materi misalnya dzikir, melakukan hubungan suami istri, menyingkirkan duri dari jalanan dll.

b) Haji

Haji berarti sengaja melakukan sesuatu, yaitu sengaja datang ke Mekah, mengunjungi Ka’bah dan tempat-tempat lainnya untuk melakukan rangkaian ibadah tertentu, seperti wukuf, thawaf, sa’i dan amalan lainnya pada masa tertentu dengan syarat – syarat tertentu[20]. Ibadah haji adalah ibadah fardhu bagi umat islam[21].

Yusuf al-Qaradhawi[22] mengatakan bahwa penggalan ayat di atas yang berbunyi wa man kafara (barang siapa yang mengingkari) adalah orang yang tidak melaksanakan haji atau menolak kewajiban. Itu artinya orang yang tidak melaksanakan haji dikelompokan ke dalam orang yang mengingkari perintah Allah SWT. Semoga kita dijauhkan dari kelompok ini. Ibadah haji menjadi berbeda dengan ritual ibadah lainnya karena ibadah haji merupakan satu-satunya ibadah yang menggabungkan kemampuan fisik dan harta. Bandingkan dengan ibadah puasa, shalat dan zakat. Puasa atau shalat merupakan ibadah yang sangat tergantung pada kemampuan fisik. Sedangkan zakat sangat tergantung kemampuan harta. Adapun ibadah haji hanya dilakukan setahun sekali dan ibadah ini sangat tergantung pada kemampuan fisik dan kemampuan harta. Ingat, oleh karena kondisi fisik dan harta dapat berubah dengan tak terduga maka sebaiknya kita dapat menyegerakan ibadah haji ini.

Ibadah haji adalah wajib bagi umat islam yang mampu. Kembali Dr. Yusuf Al Qaradhawi mengatakan bahwa yang dimaksud mampu disini adalah mampu untuk membawa bekal perjalanan dan bermukim. Disamping bekal untuk dirinya, umat islam yang melaksanakan ibadah haji pun harus mampu mencukupi nafkah bagi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.

Seperti dijelaskan di atas, ibadah haji adalah ibadah yang melibatkan kemampuan fisik dan harta. Fisik dan harta adalah sesuatu yang dapat dikelola (management) oleh karenanya tidak ada sedikitpun alasan bagi kita untuk tidak menyegerakan ibadah ini. Aturlah harta kita, sisihkan sebagain harta kita untuk ibadah ini, berdoalah sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya, niscaya Allah SWT tidak akan melupakan orang yang telah berusaha dan berdoa, Amin. Semoga para pembaca semua dimudahkan oleh Allah SWT untuk dapat melaksanakan ibadah haji ini sebelum ajal menjemput.

c) Qurban

Berkaitan dengan hukum menyembelih hewan qurban, Yusuf al-Qaradhawi mengatakan bahwa Imam Malik, Imam Syafei dan Imam Ahmad menyebutkan hukum menyembelih hewan qurban adalah sunnah. Sedangkan menurut imam Abu Hanifah menyembelih hewan qurban adalah hukumnya wajib bagi orang yang diberikan kemurahan rizki dan kelapangan[23]. Menyembelih hewan qurban juga merupakan tanda syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT[24]

Dengan demikian bisa dilihat bahwa penyembelihan hewan qurban pada dasarnya merupakan tanda syukur atas rizki yang telah diberikan kepada kita. Penyembelihan hewan qurban juga sebagai wujud rasa tunduk dan kepatuhan kepada Allah SWT yang telah banyak memberikan rizki kepada kita semua[25].

Nah, itu berarti ibadah qurban bermata dua. Dalam arti, bila dikerjakan maka Allah SWT akan menambah nikmatnya kepada kita. Sebaliknya bila kita tidak melaksanakan penyembelihan qurban maka Alalh SWT telah memberikan janjinya tentang azabnya yang pedih.

Menyembelih hewan qurban merupakan ibadah yang menyandarkan pada kemampaun harta, oleh karenanya ibadah inipun sebenarnya dapat dikelola dengan baik. Katakan saja harga seekor kambing adalah sebesar RP 800.000,- maka sebenarnya bisa saja kita menyisihkan sebagian penghasilan kita sebulannya sebesar Rp 800.000,- / 12 = Rp 67.000,- per bulan. Bayangkan dengan menyisihkan penghasilan kita sebesar Rp 67.000,- per bulan sedangkan janji Allah SWT akan menambah nikmatnya kepada kita adalah sesuatu yang pasti. Mengapa kita masih tidak memprioritaskan ibadah ini?.

d) Wakaf

Wakaf yang dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya merupakan pengalokasian barang tidak bergerak terutama tanah untuk dijadikan mushola, masjid, pekuburan muslim dsbnya. Padahal di Negara-negara Arab praktek wakaf juga dapat melibatkan dana tunai yang berbentuk wakaf tunai.

Alhamdulillah pemahaman masyarakat terhadap wakaf tunai ini, saat ini mulai terbuka. Beberapa lembaga pengelola wakaf pun mulai tumbuh. Wakaf yang dikelolapun tidak hanya berupa tanah tetapi juga berupa uang tunai. Sandaran hukum nya sendiri ada pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh:

Rasulullah SAW bersabda: Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga hal: shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.

Para ulama menafsirkan kata shadaqoh jariyah yang pahalanya terus mengalir dengan istilah wakaf. Jelaslah bahwa wakaf merupakan investasi akhirat yang balasan amalnya dapat terus mengalir kepada orang yang membayar wakaf.

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: