Siang Planners…
Bagaimana makan siang anda? Semoga anda semua masih dikaruniai nikmat sehat, umur yang panjang, dan rezeki yang penuh berkah… aamiin…
Kali ini kita akan membahas siapa-siapa saja yang perlu merencanakan dana pensiun. Setiap bulan kita bekerja dan menghasilkan income. Sebagian dari income tersebut ada yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan sebagiannya lagi ada yang disimpan untuk membeli barang-barang yang kita inginkan, untuk berlibur, atau untuk berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu terhadap diri kita.
Namun, tidak selamanya kita mampu untuk bekerja dan menghasilkan, bukan? Ada masanya kita sudah tidak dapat bekerja lagi dengan maksimal, sementara biaya kebutuhan semakin meningkat. Masa itulah yang disebut dengan masa pensiun. Sebagian dari kita yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil mungkin ada yang sudah dijaminkan dana pensiunnya. Namun, apakah dana pensiunnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya di masa datang? Di bawah ini adalah daftar orang-orang yang ternyata masih memerlukan perencanaan dana pensiun beserta alasan mengapa mereka membutuhkannya. Diantaranya adalah:
1. Karyawan (PNS dan Swasta).
Biasanya PNS dan karyawan swasta sudah merasa nyaman karena uang pensiun yang pasti akan diterimanya. Namun, seringkali jumlah uang yang mereka terima tidak cukup untuk membiayai hidup sekaligus perawatan kesehatan mereka. Sehingga, setelah lima tahun terbebas dari aktifitas bekerja dan menyadari bahwa jumlah uang pensiun yang mereka terima tidak lah cukup, biasanya kayawan ini akan kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Oleh karena itu, karyawan juga membutuhkan perencanaan dana pensiun.
2. Wirausaha/pengusaha.
Biasanya para wirausahawan/pengusaha dengan penuh percaya diri merasa bahwa usahanya merupakan jaminan dana pensiun mereka di hari tua. Namun, bukan tidak mungkin usaha mereka sewaktu-waktu bisa saja kolaps atau bangkrut, sehingga mereka justeru harus kembali ke titik nol dalam memulai usaha yang baru. Itulah sebabnya pengusaha juga membutuhkan perencanaan dana pensiun.
3. Profesional
Para profesional (seperti dokter, guru les, dan lain-lain) biasanya menyatakan bahwa mereka tidak memerlukan tabungan dana pensiun karena mereka percaya bahwa keahlian mereka dapat dipergunakan seumur hidup. Namun kenyataannya, sewaktu-waktu dapat saja para profesional itu tiba-tiba jatuh sakit, menderita kelumpuhan, atau meninggal, yang menyebabkannya tidak dapat lagi bekerja sebagaimana mestinya untuk mencari nafkah. Sedangkan anak istrinya belum tentu dapat menggantikan posisinya untuk melayani para pasien langganannya. Oleh karena itu, para professional juga perlu merencanakan dana pensiunnya.
Dari alasan-alasan di atas, dapat disimpulkan bahwa itulah sebabnya mengapa setiap orang (terutama kepala keluarga) memerlukan perencanaan keuangan yang matang dalam merencanakan dana pensiunnya, dimulai dari sedini mungkin, sehingga jumlah tabungan rutin yang harus disisihkan tidak terlalu besar dan memberatkan bagi yang bersangkutan.
Bagaimana dengan perencanaan keuangan Anda? Sudahkah Anda merencanakan dana pensiun bagi kehidupan Anda dan keluarga Anda di masa depan?
Anda ingin memiliki perencanaan dana pensiun yang matang? Silakan hubungi kami di nomor kontak di sebelah ini.
Salam Planners…
