Risiko Kehidupan merupakan Hal yang Mendasari Timbulnya Asuransi Jiwa. Apakah Itu Risiko Kehidupan?

Dear Planner,

Apa yang muncul pertama kali dalam benak Anda ketika mendengar kata “ASURANSI JIWA” ???

Apakah itu sesuatu yang positif atau negatif??

Pada hakikatnya tujuan asuransi jiwa adalah untuk membantu mengurangi dampak kerugian finansial terhadap tertanggung dan atau keluarganya apabila terjadi risiko kehidupan terhadap jiwa tertanggung. Risiko kehidupan yang dimaksud antara lain seperti : sakit, cacat maupun meninggal beserta dampak ikutannya. Mari Kita bahas satu persatu risiko kehidupan ini sebelum Kita membahas mengenai Asuransi Jiwa.

SAKIT, hampir atau bahkan seluruh manusia pernah mengalami kondisi sakit selama hidupnya. Namun perbedaannya terletak dalam jenis penyakitnya serta ketahanan seseorang dalam menghadapi penyakit tersebut. Permasalahan finansial pada kondisi sakit ini akan timbul terutama apabila seseorang mengalami sakit yang memerlukan perawatan di Rumah Sakit (rawat inap). Selain itu jenis penyakit yang berat (sering disebut sebagai penyakit kritis), akan lebih memberikan permasalahan finansial yang sangat signifikan. Sakit kritis ini menimbulkan masalah finansial karena biaya pengobatan yang relatif mahal dalam tiap kunjungannya, DAN memerlukan pengobatan terus-menerus selama jangka panjang atau bahkan seharusnya seumur hidup. Ketahanan seseorang dalam menghadapi penyakit kritis ini diuji dari 2 aspek, yaitu ketahanan tubuh pasien itu sendiri sehingga dapat bertahan hidup lebih lama, DAN ketahanan finansial (uang atau asset) dalam hal pembiayaan pengobatan tersebut sampai dikatakan tuntas atau tidak memerlukan pengobatan lagi. Semua orang pada umumnya menginginkan panjang umur, dapat bertahan hidup selama mungkin walau dirinya atau keluarganya sedang sakit. Namun sayangnya bila Kita berbicara tentang penyakit kritis, maka harapan tersebut akan terhalang oleh benturan besarnya dana yang harus disiapkan apalagi penderita sudah tidak mungkin lagi aktif mencari nafkah seperti dahulu. Maka sebagian besar, penderita penyakit kritis tidak berobat lagi apabila seluruh assetnya sudah habis DAN tidak ada orang lain yang mau atau mampu membantu memberikan sumbangan.

Sudahkah Kita berpikir sampai sejauh ini?? Sudahkah Kita mengantisipasi apabila hal ini terjadi kepada diri Kita atau keluarga yang Kita cintai??

CACAT, merupakan kehilangan anggota tubuh secara fisik dan atau fungsinya karena suatu sebab. Pada umumnya kondisi cacat ini akan sangat terasa dampaknya apabila mengenai seorang pencari nafkah. Kondisi cacat ini akan membuat ia menjadi seseorang yang tidak bisa berbuat banyak dan menambah beban bagi keluarga sedangkan ia sudah tidak bisa atau tidak maksimal dalam bekerja. Memang tidak semua atau belum tentu seseorang mengalami kondisi cacat ini. Namun perlu dipertimbangkan dampak kerugian finansial yang akan terjadi apabila kondisi cacat ini menimpa Kita selaku pencari nafkah.

MENINGGAL, semua orang PASTI akan mengalaminya. Hal yang tidak pasti dari kondisi ini adalah kapan waktunya DAN bagaimana cara meninggalnya. Dampak finansial akan terasa apabila kondisi ini terjadi terlalu cepat, dimana Kita masih muda dan produktif serta masih dalam tahap meniti karir sedangkan jumlah tanggungan cukup banyak (keluarga yang ditinggalkan). Selain itu dampak finansial juga akan terasa bila kondisi ini terjadi terlalu lama (panjang umur) diluar prediksi Kita. Bila hal ini terjadi, pada satu sisi Kita akan bahagia karena mengalami panjang umur dan dapat melihat keturunan yang semakin dewasa. Namun permasalahan yang perlu diperhatikan adalah uang pensiun yang dipersiapkan tidak mencukupi, karena usia melebihi prediksi atau sejarah keluarga. Cara meninggal juga ikut mempengaruhi ketahanan finansial keluarga. Seseorang yang meninggal tiba-tiba atau alamiah tanpa didahului oleh penyakit tertentu, tidak terlalu mengganggu finansial keluarga. Namun bila meninggalnya didahului oleh penyakit atau kondisi dimana memerlukan perawatan di Rumah Sakit, maka sudah jelas akan menimbulkan masalah finansial dalam hal pembiayaan pengobatan. Selain semua hal yang sudah disebutkan sebelumnya, dampak ketahanan finansial tetap akan menghantui Kita, karena Kita sebagai pencari nafkah tidak dapat memberikan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan. Kita tidak akan pernah mengetahui rahasia waktu dan cara meninggalnya Kita semua. Sehingga yang dapat Kita siapkan adalah bagaimana caranya supaya ketika Kita meninggal dunia kapanpun dan bagaimanapun itu, seluruh anggota keluarga dapat meneruskan hidupnya sama seperti sebelumnya tanpa ada rasa khawatir masalah finansial walau sosok pencari nafkah sudah tiada..

Jadi apakah Kita dapat menghindari risiko kehidupan ini? Bila dapat, maka Kita tidak perlu menyusun perencanaan keuangan yang berkaitan dengan jiwa.

Bila Kita tidak dapat menghindarinya, maka Kita perlu menyusun perencanaan keuangan berkaitan dengan jiwa melalui pemilihan ASURANSI JIWA yang tepat dan terbaik bagi Kita dan keluarga. Mari simak di topik siang selanjutnya..

Salam Perencanaan..

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: