Bingung Menentukan Jumlah Uang Pertanggungan Asuransi? Kenali Kebutuhan Anda! (2)

Dear Planners,

Pada tulisan yang lalu telah kita bahas perhitungan uang pertanggungan asuransi jiwa berdasarkan kebutuhan perlindungan terhadap penghasilan keluarga. Kali ini, kita akan lanjutkan dengan perhitungan uang pertanggungan berdasarkan kebutuhan perlindungan penghasilan terhadap cacat karena kecelakaan atau penyakit kritis. Sebagaimana kita ketahui, seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, serta gaya hidup yang cenderung tidak sehat, semakin banyak pula jumlah penderita penyakit kritis yang dapat mengancam jiwa dan harta si penderita. Penyakit ini bisa diderita oleh siapa saja, tanpa melihat batasan umur atau pun tingkat sosial-ekonominya. Apa saja yang harus dipertimbangkan dan bagaimana membuat perhitungannya? Mari kita simak tulisan berikut ini.

2. Perhitungan Uang Pertanggungan Berdasarkan Perlindungan Penghasilan terhadap Cacat Karena Kecelakaan atau Penyakit Kritis

Sebelum menghitung besarnya kebutuhan kita akan perlindungan ini, ada dua hal yang harus dipertimbangkan, yaitu:

a. Biaya medis dan biaya tambahan terkait dengan ketidakmampuan

Tergantung dari latar belakang ketidak-mampuan (cacat) yang dialami, biaya ini bisa besar, karena mencakup biaya perawatan medis jangka panjang secara terus menerus seperti fisioterapi dan perawatan kesehatan, sampai ke akomodasi fisik untuk memberi sarana di sekeliling rumah tinggal tertanggung yang mengalami cacat dan kondisi kritis tersebut. Sebagai acuan, Anda dapat melihat jumlah biaya rata-rata perawatan penyakit kritis di Indonesia selama satu bulan pertama pada link Biaya Rata-rata Perawatan Penyakit Kritis. Setelah itu, tentukan perkiraan biaya yang Anda butuhkan apabila sewaktu-waktu Anda terkena kondisi kritis tersebut.

b. Penghasilan yang diperlukan untuk membiayai tertanggung utama dan tanggungannya.

Selain biaya medis di atas, perlindungan penghasilan terhadap tertanggung utama dan keluarganya selama si pencari nafkah utama tidak dapat bekerja juga harus diperhitungkan.  Besarnya dana ini dapat dihitung dengan menggunakan pendekatan yang hampir sama dengan penghitungan kebutuhan perlindungan penghasilan.

Contoh Kasus: 

Besarnya pengeluaran hidup Pak Budi dan keluaganya adalah Rp. 16.200.000,- per bulan. Jumlah perlindungan penghasilan karena cacat yang dibutuhkan jika terjadi risiko kecacatan adalah:

Penghasilan tahunan yang diperlukan = pengeluaran rata-rata biaya hidup keluarga x 12 bulan = Rp. 16.200.000 x 12 = Rp. 194.400.000.

Lamanya penghasilan dibutuhkan = kira-kira 10 tahun (berdasarkan pencarian fakta). Tingkat hasil investasi yang diharapkan dari dana (disesuaikan dengan inflasi) = 5% – 2% = 3%.

Perkiraan dana yang dibutuhkan oleh Pak Budi untuk menyediakan penghasilan bagi keluarganya = Rp. 1. 708.020.000,-

Dana tersebut dapat dikurangi:

Dana tersedia + Asuransi yang ada = Rp. 516.000.000,- (misalnya aset Rp. 300.000.000 + Rp. 216.000.000,-

Jumlah tambahan perlindungan penghasilan karena cacat yang dibutuhkan Pak Budi dan keluarga adalah Rp. 1.708.020.000 – Rp. 516.000.000,- = Rp. 1.192.020.000,-

Dengan perhitungan perlindungan penghasilan ini, diharapkan tertanggung utama dan keluarganya dapat menjalani masa pengobatan dengan tenang, tanpa harus memikirkan biaya yang harus mereka keluarkan yang mengancam kesejahteraan keluarga.

Nah Planners, bagaimana dengan Anda? Sudahkah anda periapkan tujuan keuangan Anda dengan jelas, termasuk memproteksi penghasilan dan aset Anda?

Salam Planners

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan komentar