Berapakah Uang Pertanggungan Asuransi Saya yang Ideal ??

Dear Planners,

Kemarin Kita telah bahas, siapa saja yang wajib dan tidak perlu punya asuransi jiwa. Sekarang bagi mereka yang wajib punya asuransi jiwa, maka berapakah nilai asuransi yang perlu Kita ambil supaya semua poin-poin yang kemarin Kita bahas mendapatkan solusinya?

Kenapa Kita perlu asuransi? Karena hidup Kita penuh ketidakpastian, terutama berkaitan dengan kesehatan dan kematian. Kita tidak pernah diberitahu sebelumnya kapan Kita akan sakit dan meninggal. Sedangkan di sisi lainnya, hidup Kita perlu jaminan kepastian, yaitu kepastian pencapaian tujuan hidup ini, misal menafkahi keluarga, membiayai anak sekolah setinggi-tingginya, hidup pensiun dengan nyaman, dan lain-lain tergantung kebutuhan masing-masing orang. Bayangkan dari tujuan yang memerlukan kepastian, Kita hidup penuh ketidakpastian. Hasil akhirnya adalah semua tujuan hidup itu juga menjadi tidak pasti. Namun apabila ada jaminan kepastian bahwa semua tujuan hidup yang direncanakan dapat dicapai walau apapun yang terjadi terhadap kesehatan dan hidup pencari nafkah, maka hidup KIta akan menjadi lebih tenang bukan?

Jadi kesimpulannya uang pertanggungan asuransi tergantung tujuan hidup yang ingin dicapai, ditambah dengan risiko kesehatan yang dapat terjadi, terutama yang memiliki dampak kerugian finansial terbesar.

Agar lebih mudah, kita memakai contoh : Bapak Iman berusia 35 tahun adalah seorang karyawan kepercayaan di sebuah perusahaan swasta. Ia memiliki penghasilan saat ini Rp 20 juta/bulan, dimana jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, bahkan masih ada sisa yang ditabung untuk masa depan khususnya untuk kuliah anak. Ia yakin dengan perusahaan tempatnya bekerja, dan berencana akan terus bekerja disana sampai batas usia maksimal (pensiun) yaitu 60 tahun. Perusahaan ini juga memperhatikan kesejahteraan karyawannya, dengan cara memberikan jaminan kenaikan gaji setiap tahun sebesar 10 %/ tahun. Bapak Iman tidak memiliki usaha lainnya, dan istri juga tidak bekerja. Bapak Iman memiliki seorang Anak saat ini usia 5 tahun.

Nah, Bapak Iman khawatir apabila sebelum usia pensiun Ia tiba-tiba meninggal atau mengalami penyakit berat seperti kanker. Ia ingin memiliki sebuah asuransi sehingga Ia memiliki jaminan kepastian keluarganya akan hidup dengan baik dan tidak ada masalah finansial atas kekhawatirannya. Karena meninggal atau penyakit Ia tidak tau akan datang atau tidak..

Mari Kita analisa kebutuhan Bapak Iman akan asuransi. Pertama, ia perlu jaminan penghasilan, bahwa Ia rencana bekerja selama 25 tahun kedepan (sampai usia 60 tahun), dengan gaji saat ini 240 juta/tahun, dan kenaikan gaji 10 %/tahun. Penghasilan ini yang akan digunakan untuk keluarga dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, pendidikan anak, liburan dan sebagainya. Disini Kita tidak akan hitung secara spesifik masing-masing kebutuhan tersebut, karena Bapak Iman sudah yakin penghasilannya cukup untuk kebutuhan keluarga. Selain itu, Kita tidak tahu kebutuhan spesifiknya secara terperinci. Jadi selama 25 tahun kedepan, Bapak Iman harusnya mendapatkan total penghasilan (sudah dihitung dengan kenaikan 10 %/tahun) sebesar Rp 23,6 Milyar. Jadi nilai inilah uang pertanggungan jiwa nya. Sehingga apabila Bapak Iman esok tiba-tiba meninggal, maka besar uang meninggal yang harusnya diambil yaitu Rp 23,6 Milyar. Uang ini akan diberikan kepada keluarga untuk digunakan selama 25 tahun ke depan sebagai pengganti penghasilan suami.  Inilah adalah salah satu cara menghitungnya.

Nah bagaimana dengan bila kemungkinan Bapak Iman mengalami musibah sakit? Mari Kita analisa kembali. Pada umumnya sakit yang memerlukan biaya yang besar adalah ketika dirawat inap di Rumah Sakit dibandingkan dengan berobat jalan. Sehingga untuk masalah Rawat Inap, Bapak Iman perlu ambil manfaat asuransi yang maksimal, sehingga apabila Ia mengalami penyakit sehingga membutuhkan banyak obat-obatan atau hari perawatan yang lama, maka pembengkakan biaya ini masih dapat dibayarkan melalui asuransi, dan Bapak Iman tidak perlu keluar uang pribadi lagi. Manfaat rawat inap yang paling maksimal saat ini adalah sampai dengan Rp 1,075 Milyar/tahun [klik disini]. Bisa ditambahkan juga dengan sistem cash plan nya dengan manfaat Rp 100 juta/tahun.

Lalu bagaimana dengan risiko penyakit berat berkepanjangan dan membutuhkan biaya yang sangat besar, seperti Kanker? Menurut Kepala Kanker Australia Dr Helen Zorbas [berita selengkapnya klik disini], rata-rata usia harapan hidup beberapa penderita kanker jenis tertentu adalah paling sedikit 10 tahun sejak ketahuan kanker. Jadi Kita anggap pengobatan yang diberikan untuk Kanker yaitu minimal selama 10 tahun. Bapak Iman ingin apabila Ia kena kanker, Ia tidak mau penghasilannya terpakai hanya demi pengobatannya saja, atau bahkan keluarganya sampai harus bekerja untuk mencari tambahan uang untuk membantu biaya pengobatan sakit ini. Menurut Dr Ulfana Said Umar, Wakil Sekretaris Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), rata-rata biaya pengobatan kanker mencapai Rp 102-106 juta/bulan [berita selengkapnya, klik disini]. Bila Kita lihat, pada manfaat asuransi rawat inap diatas terdapat alokasi perawatan kanker Rp 270 juta/tahun atau Rp 22,5 juta/bulan. Artinya masih perlu tambahan biaya Rp 83,5 juta/bulan. Bila Kita kalikan dengan pengobatan selama 10 tahun, maka diperlukan dana tambahan Rp 10 Milyar. Maka jumlah inilah yang perlu diambil untuk pertanggungan penyakit kanker stadium akhir.

Tapi bagaimana jika penyakit seperti kanker tersebut baru stadium awal? Tidak semua asuransi mau menanggung, karena rata-rata hanya stadium akhir. Tenang, masih ada yang mau menanggung penyakit kritis sejak stadium awal [klik disini], manfaat yang dibayarkan 50 % dari uang pertanggungan. Sedangkan sisanya bisa dipakai ketika terkena penyakit kritis stadium awal lainnya atau stadium akhir penyakit kritis. Jadi anggap penyakit kanker yang tadi Kita bahas, mulai dari stadium awal terlebih dahulu kemudian berlanjut ke stadium akhir. Biaya yang Kita bahas tadi adalah untuk stadium akhir, sehingga supaya uang Rp 10 Milyar tetap utuh khusus stadium akhir, maka uang pertanggungan penyakit kritis yang Bapak Iman harus ambil adalah Rp 20 Milyar.

Ini semua dapat menjawab kekhawatiran Bapak Iman. Sehingga asuransi yang diambil idealnya memiliki uang pertangunggan jiwa sebesar Rp 23,6 Milyar, uang pertanggungan penyakit kritis yang dapat melindungi sejak stadium awal sebesar Rp 20 Milyar, dan manfaat kesehatan berupa rawat inap dengan uang pertanggungan Rp 1,075 Milyar/tahun dengan ditambah manfaat uang tunai Rp 100 juta/tahun.

Inilah uang pertanggungan asuransi yang ideal bagi Bapak Iman, sehingga keluarga dapat hidup tenang dari kemungkinan masalah finansial akibat masalah kesehatan atau jiwa dari pencari nafkah utama.

Namun apakah Bapak Iman dapat mengambilnya sesuai dengan kebutuhan tersebut? Apa ada hal lain yang perlu dipertimbangkan?

Simak pembahasannya besok siang.

Salam perencanaan dan Mari Berasuransi

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: