Lima Pilar Perencanaan Keuangan Syariah

Perencanaan Keuangan Syariah dimulai dari pola berpikir yang tidak memisahkan ajaran Islam dalam ibadah ritual saja, namun memasukkan hukum-hukum Islam dalam kegiatan sehari-hari. Di dalam perencanaan keuangan syariah, terdapat lima prinsip utama (lima pilar). Diantaranya adalah: 1) cara memperoleh penghasilan, 2) cara mengelola penghasilan tersebut (termasuk membelanjakan dan menginvestasikan), 3) cara melindungi harta yang diperoleh dari penghasilan tersebut, 4) cara membersihkan harta yang dimiliki, dan terakhir  5) cara mendistribusikan harta. Hal ini sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW, yaitu:

“Tak akan bergerak kaki manusia pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya pada apa dia lakukan, tentang hartanya dari mana dihasilkan dan pada apa dia belanjakan” HR. Tirmidzi

1)      Cara Memperoleh Penghasilan

Penghasilan yang diperoleh seorang Muslim harus halal dan thoyib (baik). Jika ada keraguan (subhat) akan suatu penghasilan, sebaiknya dihindari. Jangan campurkan sesuatu yang jelas baik dengan yang kotor. Dengan cara ini, penghasilan yang diperoleh bukan dari  hasil korupsi, memanipulasi, ataupun memperdaya pihak lain. Para ibu yang menerima penghasilan dari suaminya harus memastikan bahwa uang yang diperolehnya hanya dari sumber yang halal. Tidak ada salahnya seorang istri menanyakan hal tersebut secara baik-baik pada suaminya.

“Rasulullah pernah menceritakan bahwa ada seorang yang bersafar kemudian menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa Ya Robbi, akan tetapi makanan dan minuman berasal dari barang yang haram maka bagaimana bisa doanya akan dikabulkan?” HR Muslim No. 1014.

2)      Cara Mengelola Penghasilan

Di dalam Al Qur’an dan hadist telah diterangkan dengan jelas cara membelanjakan harta yang dimiliki. Kita tidak boleh boros namun juga tidak boleh kikir (QS. 25 :67). Allah lebih menyukai orang yang dermawan daripada ahli ibadah namun kikir (HR. Tirmidzi).

Selain itu, kita juga disarankan untuk tidak mudah berhutang dan tidak meninggalkan keturunan kita dalam keadaan lemah dan miskin. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Diampunkan semua dosa bagi orang yang mati syahid kecuali jika ia mempunyai hutang kepada manusia” (HR. Muslim No. 6/38). Simak juga peringatan untuk tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah dan miskin (QS. 4:9). Dalam konteks kekinian, maka menyiapkan pendidikan yang terbaik bagi anak sangatlah penting. Bukan hanya dalam pendidikan akademis, namun juga keahlian untuk bertahan hidup.

Selanjutnya, kita juga disarankan untuk berinvestasi agar harta kita semakin berkembang. Ada berbagai macam cara untuk berinvestasi, namun yang manakah yang sesuai syariah? Apa pilihan tepat bagi tiap-tiap individu dan keluarga? Mana yang lebih baik, investasi di sektor keuangan atau di sektor riil yang juga memberi manfaat bagi banyak orang? Bagaimana caranya agar kita tidak terjebak pada investasi “bodong?” Selain di dunia, umat muslim percaya adanya kehidupan akhirat. Demikian juga investasi bukan hanya di dunia namun juga untuk kehidupan akhirat. Hal-hal demikian akan diperkenalkan oleh perencana keuangan syariah kepada Anda.

3)     Cara Melindungi Harta

Apa cara terbaik untuk melindungi harta? Jika asuransi syariah menjadi pilihan, bagaimana cara menghitung kebutuhan asuransi sesuai syariah? Metode human life value atau income based value tentu bisa digunakan. Tapi tahukah Anda, bahwa ada cara perhitungan lain yang dilakukan sesuai perintah dalam Al-qur’an? Bagaimana metodenya, semuanya ada dan diterapkan pada Perencanaan Keuangan Syariah.

4)      Cara Membersihkan Harta

Kita tentu sudah tahu kalau didalam harta yang kita miliki ada sebagian milik orang miskin yang meminta-minta dan tidak meminta. (QS.51:19) Kalau demikian, maka wajib bagi kita untuk mengeluarkan sebagian harta tersebut karena yang sebagian tersebut pasti bukan milik kita. Jangan takut harta anda akan berkurang, karena Anda bisa melipat-gandakannya dengan bersedekah. Sesuai janji Allah, sedekah akan dibalas 10 kali lipat atau bahkan 700 kali lipat (QS.2:261). Ini adalah janji Allah, bukan janji manusia yang kadang-kadang tidak ditepati. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

5)      Cara Distribusi Harta

Pada akhirnya, di akhir hayat nanti harta kita akan didistribusikan kepada ahli waris kita. Saat kita meninggalkan dunia ini, maka harta yang  ditinggalkan akan di wariskan. Perintah untuk menulis wasiat (QS. 2:180 dan 240) memerintahkan kita untuk mempersiapkan pola pendistribusian harta  sesuai syariah. Pekerjaan ini memerlukan ilmu faraidh, dan dilakukan saat kita masih dapat berpikir sehat.

Demikian kelima pilar yang harus ditegakkan dalam menjalani perencanaan keuangan syariah. Semoga kita, khususnya umat Muslim, dapat menerapkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Aamiin…

Salam Planners

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: