Komitmen Seorang Ibu

Saya rasa setiap ibu merasakan dan memiliki komitmen yang sama terhadap anak-anaknya: Ketika pertama kali mendengar tangisan anak-anakku saat mereka lahir dan menatap bahagia wujud mereka yang sempurna, seketika itu juga diriku berkomitmen untuk bisa membahagiakan mereka dan mengantarkan mereka sampai mencapai kesuksesan hidup, seburuk apa pun takdir kehidupan yang harus kujalani sebagai seorang singleLanjutkan membaca “Komitmen Seorang Ibu”

Financial Planning for (Single) Moms

Dear Planners, Saya yakin, tidak ada seorang wanita pun di dunia ini yang bercita-cita untuk menjadi seorang single mom (baca: janda), apalagi di usia muda, di mana anak-anaknya (apabila ada) pada umumnya masih kecil-kecil. Terlepas dari penyebab seorang wanita menjadi janda, apakah karena cerai atau pun ditinggal mati karena sakit keras atau kecelakaan, setiap wanita perluLanjutkan membaca “Financial Planning for (Single) Moms”

Bacalah Buku Polis Asuransi Anda, Konsultasikan dengan Konsultan Anda Bila Tidak Paham

Dear Planners, Biasakan untuk selalu membaca buku polis asuransi yang Anda miliki. Karena semua hal tertulis disana memiliki dasar kekuatan hukum. Banyak ketentuan-ketentuan yang harus Anda pahami dengan baik, terutama bila berkaitan dengan klaim. Konsultan Anda biasanya akan menjelaskan secara garis besar tentang isi polis, namun secara mendetail Anda dapat membacanya sendiri. Apabila ada halLanjutkan membaca “Bacalah Buku Polis Asuransi Anda, Konsultasikan dengan Konsultan Anda Bila Tidak Paham”

Pilihlah Perusahaan yang Tepat

Selamat Siang Planners, Kemarin Kami telah bahas mengenai orang (konsultan) manakah yang tepat Anda pilih untuk memberikan solusi keuangan bagi Anda dan keluarga. Namun ini saja tidak cukup aman bagi jaminan kelangsungan masa depan Anda. Perusahaan manakah yang menjadi tempat bernaung konsultan tersebut? Atau asal produk keuangan yang ditawarkan? Bila Kita bicara perencanaan keuangan padaLanjutkan membaca “Pilihlah Perusahaan yang Tepat”

Asal Muasal Kebiasaan

Berawal dari Pikiran, akan menjadi Perkataan, Dari Perkataan, akan menimbulkan Perbuatan, Perbuatan yang dilakukan terus-menerus, akan menimbulkan Kebiasaan.. Jadi supaya timbul kebiasaan baik, maka lakukanlah perbuatan baik terus-menerus, dan sumber utama nya adalah berpikirlah hal-hal yang baik..