Quote Malam

Malam planners..

Jika Anda merasa hidup Anda terlalu berat. Sudahkah Anda bersyukur atas nafasmu hari ini? Sudahkah Anda senyum atas indahnya pagi?

Target Finansial Di Usia 30-an : Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Siang planners..

Pada kesempatan kali ini, kami masih akan membahas tentang target finansial di usia 30-an. semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang telah menikah, mungkin di usia 30-an ini Anda telah memiliki anak. Sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk menjamin kelangsungan pendidikan anak-anaknya. Anda tentu ingin anak Anda nantinya dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

Tapi tahukah Anda bahwa menurut survey, biaya pendidikan di Indonesia meningkat 20-35% per tahun. Bias dibayangkan, berapa biaya yang diperlukan saat anak kita saatnya sekolah nanti. Jenjang pendidikan dimulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah. Anda dapat mempersiapkan biaya untuk seluruh jenjang pendidikan, namun jika saat ini penghasilan Anda belum memungkinkan untuk mempersiapkan dana untuk seluruh tahap pendidikan, Anda dapat memprioritaskan salah satu tahap, persiapkanlah dana pendidikan untuk tahap yang memerlukan dana paling besar, yaitu kuliah.

Untuk mempersiapkannya, langkah pertama adalah Anda harus mengetahui kemana Anda ingin anak Anda nantinya kuliah, meliputi kota tempat kuliah, universitas apa, dan jurusan apa?

Langkah kedua, cari informasi mengenai biaya pendidikan di universitas dan jurusan yang Anda inginkan, bias meliputi biaya masuk, biaya semester, dsb. Lalu akumulasikan seluruhnya.

Langkah ketiga, karena factor inflasi 20-35% tadi, maka biaya kuliah di masa depan akan lebih tinggi disbanding biaya saat ini. Hitung nilai masa depan akumulasi dana tersebut . Anda dapat menggunakan kalkulator nilai masa depan untuk menghitungnya.

Langkah keempat, bagi nilai masa depan yang telah Anda hitung dengan tahun yang tersisa hingga anak Anda kuliah.

Langkah terakhir, bagi angka yang diperoleh pada langkah keempat dengan 12 bulan, maka diperoleh besar cicilan bulanan yang harus Anda simpan setiap bulannya.

Untuk simulasi perhitungan berdasarkan contoh kasus, dapat Anda simak pada bahasan Mahalnya Sebuah Penundaan (2)

Selamat berencana.

Kejarlah Impian

Dear planners..

Impian harus terus dikejar meski harus bersusah payah. Anda tak akan mendapatkan apapun jika Anda terus berdiam diri..

Selamat pagi dan selamat beraktivitas..

Target Finansial Di Usia 30-an : Cek Asuransi Yang Anda Miliki

Siang planners..

Siang hari ini kami akan melanjutkan bahasan yang kemarin tentang target finansial di usia 30-an. Selamat mengikuti.

Di usia 30, mungkin Anda akan atau telah memiliki keluarga, tinjau kembali polis asuransi Anda, pastikan rumah, kendaraan dan kesehatan bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi. Anda juga harus bisa menjamin keluarga Anda untuk bisa mendapatkan sesuatu jika hal terburuk menimpa Anda, inilah fungsi asuransi.

Pada kesempatan kali ini, akan dibahas bagaimana menghitung UP (Uang Pertanggungan) asuransi yang sesuai untuk Anda. Fungsi uang pertanggungan asuransi adalah untuk memastikan keluarga yang Anda tinggalkan dapat tetap “hidup” walaupun sesuatu hal terburuk terjadi pada Anda.

Untuk menghitung uang pertanggungan yang sesuai untuk Anda, langkah pertama adalah tentukan besar pengeluaran/kebutuhan bulanan Anda dan/atau keluarga. Besar pengeluaran bulanan inilah yang harus tetap keluarga Anda dapatkan jika sesuatu hal terjadi pada Anda, sehingga mereka dapat tetap “bertahan hidup”. Prinsipnya adalah, uang pertanggungan yang Anda dapatkan dari asuransi, Anda simpan di suatu instrument investasi dimana bunga/bagi hasilnya lah yang akan keluarga Anda gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh kasusnya :

Keluarga Bapak Anton dengan 1 orang istri dan 2 orang anak memiliki kebutuhan bulanan sebesar Rp. 5jt. Bapak Anton adalah seorang karyawan swasta, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Berapa uang pertanggungan asuransi yang sesuai untuk keluarga Bapak Anton jika suatu saat Bapak Anton meninggal dunia?

Jawab :

Kebutuhan bulanan = Rp. 5.000.000

Kebutuhan tahunan = Rp. 5.000.000 x 12 = Rp. 60.000.000

Misalkan uang pertanggungan asuransi yang didapatkan akan disimpan pada instrument investasi deposito dengan bunga 4-6% per tahun. Kita ambil nilai tengah, 5% per tahun.

Maka yang harus kita cari adalah berapa besar dana awal yang harus disimpan pada deposito tersebut agar diperoleh bunga/bagi hasil sebesar Rp. 60.000.000 per tahun, inilah nilai uang pertanggungan yang sesuai untuk keluarga Bapak Anton.

Rp. 60.000.000 = 5% x UP

Rp. 60.000.000 = 5/100 x UP

UP  = 100/5 x Rp. 60.000.000

UP  = Rp. 1,2 M

Uang pertanggungan asuransi yang sesuai untuk Bapak Anton adalah Rp. 1,2 M, agar saat Bapak Anton meninggal dunia, uang pertanggungan sebesar Rp. 1,2 M dapat keluarga Bapak Anton simpan di deposito dengan bunga 5% sehingga setiap tahunnya diperoleh bunga/bagi hasil sebesar Rp. 60.000.000 atau Rp. 5.000.000 per bulan.

Sudah cukupkah uang pertanggungan asuransi yang Anda miliki?

Quote Malam

Malam planners..

Kadang Tuhan tak memberikan apa yg Anda inginkan, bukan karena Anda tak pantas mendapatkannya, tp karena Anda pantas mendapatkan yg lebih baik.

Target Finansial Di Usia 30-an

Siang planners..

Beberapa hari ke belakang kami telah membahas mengenai target finansial di usia 20-an. Siang ini kami akan beralih ke bahasan target finansial di usia 30-an. Selamat mengikuti.

Setelah sekian lama bekerja, Anda yang akan/telah memasuki usia 30 mungkin bertanya-tanya, apa yang telah Anda capai? Apa yang telah Anda miliki, tabung,  investasikan selama sekian tahun bekerja? Bagi Anda yang menjawab, “Saya telah memiliki investasi di ……, tabungan sebesar ……, sedang mencicil rumah, sedang mencicil mobil…..,dsb”, mungkin akan ada kepuasan tersendiri dalam diri Anda, bahwa hasil kerja Anda selama ini ada “bekas”-nya, bahwa Anda berhasil mengelola keuangan Anda, terutama bagi Anda yang memiliki gaji pas-pasan namun masih dapat menyisihkan sebagian dari pendapatan Anda untuk ditabung/diinvestasikan.

Bagi Anda yang belum dapat mengelola keuangan dengan baik, tidak ada kata terlambat, jadikan momen akhir 20-an atau awal 30-an ini untuk mulai menata keuangan Anda.

Berikut adalah target financial di usia 30-an :

1. Lunasi hutang-hutang Anda

Lunasi hutang-hutang Anda seperti hutang kartu kredit, dsb, kecuali hutang cicilan rumah karena biasanya membutuhkan waktu >10 tahun untuk melunasinya.

2. Cek asuransi yang Anda miliki

Sekarang mungkin Anda telah berkeluarga. Pastikan bahwa keluarga Anda terproteksi secara financial jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anda.

3. Tambah investasi dan asset Anda

Jika Anda telah memulai investasi/bisnis di usia 20-an, mungkin saat ini Anda mulai melihat hasilnya, gunakan keuntungannya untuk menambah investasi atau membeli asset atau sebagai modal untuk membuka bisnis lainnya.

Jika Anda memiliki rizki lebih, masukkan sebagai tambahan investasi Anda.

4. Terapkan pola hidup sederhana

5. Siapkan dana pensiun

Jika Anda ingin pensiun di usia 55 tahun, berarti usia produktif Anda tersisa sekitar 25-15 tahun. Persiapan dana pensiun sebaiknya dilakukan pada masa produktif bekerja ini. Memang terkesan masih lama, namun sebenarnya dana yang harus disiapkan pun relative besar, tergantung dari gaya hidup yang Anda inginkan setelah pensiun. Semakin dini Anda mempersiapkan, maka semakin ringan cicilan bulanan yang harus Anda persiapkan.

6. Siapkan dana pendidikan anak

Saat ini mungkin Anda telah memiliki anak. Merupakan kewajiban Anda dan pasangan sebagai orang tua untuk menjamin kelangsungan pendidikan anak. Tentu Anda ingin memberikan yang terbaik dalam hal pendidikan anak. Sangat bijak jika mulai saat ini Anda mulai memikirkan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak nantinya.

Selamat merencanakan.

Salam perencanaan..

Reward dan Punishment

Selamat pagi planners..

Untuk menaikkan layang2, ternyata tidak hanya dibutuhkan kekuatan untuk bisa menarik terus menerus, tetapi dibutuhkan kombinasi tarik dan ulur agar ia bisa terbang tinggi. Demikian pula dengan semangat bekerja, tidak mungkin akan bertahan jika hanya ada punishment, tanpa ada apresiasi dan reward. Maka jangan selalu menghukum diri atas kegagalan, tetapi rayakan juga keberhasilan, sebagai bentuk apresiasi diri agar selalu tumbuh semangat untuk berbuat yang lebih baik lagi dan baik lagi.

Selamat beraktivitas..