Investasi Kesehatan

Selamat Malam Planners, Bagaimana aktivitas Anda pada hari ini? Sebagian besar orang berlomba-lomba mencari investasi yang menguntungkan, dan menjadi mesin pencetak uang bagi mereka. Sebagian dari mereka mencari uang dengan bekerja semaksimal mungkin, agar dapat uang yang maksimal juga. Namun tidak banyak dari mereka semua sadar akan investasi yang paling penting. Investasi ini salah satunyaLanjutkan membaca “Investasi Kesehatan”

Sudah Amankah Investasi yang Saya Lakukan?? Apakah ini Pilihan Terbaik??

Dear Planners, Kemarin Kita mendengar berita bahwa harga emas dunia turun drastis, sampai mendekati harga emas 2 tahun yang lalu. Apa yang akan muncul di dalam pikiran Anda? Sebagian besar orang menganggap bahwa emas dalam hal ini adalah logam mulia merupakan satu-satunya instrumen investasi yang telah terbukti aman dan selalu menguntungkan bagi investornya. Namun denganLanjutkan membaca “Sudah Amankah Investasi yang Saya Lakukan?? Apakah ini Pilihan Terbaik??”

Selamat Pagi Dunia..

Selamat Pagi Dunia.. Selamat Pagi Planners.. Semoga hari ini menjadi hari terbaik bagi Kita semua. Semoga semua kejadian negatif yang terjadi kemarin, tidak terulang lagi saat ini maupun di kemudian hari. Beberapa peristiwa negatif yang terjadi kemarin adalah peristiwa bom yang terjadi di daerah Boston, Amerika Serikat, saat ribuan orang berpartisipasi dalam acara lomba lariLanjutkan membaca “Selamat Pagi Dunia..”

Apakah Anda Leftist atau Rightist?

Dear Planners, Pada dasarnya, kita semua adalah perencana keuangan bagi diri dan keluarga kita. Setiap bulan, setelah kita menerima income (baik dari penghasilan pribadi maupun penghasilan suami/istri), biasanya kita langsung mengalokasikan penghasilan tersebut ke dalam pos-pos pengeluaran keuangan tertentu, bukan? Secara umum, terdapat dua tipe perencana keuangan, yaitu leftist dan rightist. Para Leftist, cenderung saveLanjutkan membaca “Apakah Anda Leftist atau Rightist?”

Kenali Pos-Pos Pengeluaran Anda

Agar bisa mengelola keuangan dengan baik, kita harus bisa disiplin dalam mengalokasikan pendapatan kita ke dalam pos-pos pengeluarannya masing-masing. Namun, karena kurangnya pengetahuan, seringkali kita luput dalam mengelolanya, sehingga masih banyak pengeluaran-pengeluaran yang sesungguhnya tidak mendesak malah kita dahulukan. Pos-pos pengeluaran yang perlu Anda ketahui diantaranya adalah: 1. Needs (Kebutuhan) Pos kebutuhan terdiri dari biaya-biayaLanjutkan membaca “Kenali Pos-Pos Pengeluaran Anda”

The Secret of the WEALTH

Semua orang pasti ingin mencapai kesejahteraan di dalam hidupnya. Namun, bagaimana caranya untuk mencapai kesejahteraan tersebut? Pada dasarnya, terdapat empat prinsip dasar untuk mencapai kesejahteraan hidup (Wealth Manager Association, 2011): Ciptakan Kekayaan Anda Rencanakan Keuangan Anda Lindungi Kekayaan Anda Distribusikan Kekayaan Anda  Prinsip #1: Ciptakan Kekayaan Anda Tentu saja, hal yang paling utama untuk mencapaiLanjutkan membaca “The Secret of the WEALTH”

True Story: Nasihat Sesat Seorang Sahabat Membuat Keluargaku Melarat

Sahabat biasanya selalu memberikan nasihat dan saran yang bermanfaat bagi kita. Namun, apa jadinya jika nasihat yang diberikan ternyata sesat dan malah membuat keluarga kita menjadi melarat? Simak cerita berikut ini. Pak Donny dan Pak Amir bersahabat sejak kelas 2 SMA. Mereka selalu bersama sampai akhirnya dewasa dan berkeluarga. Sebagai sahabat, mereka saling peduli danLanjutkan membaca “True Story: Nasihat Sesat Seorang Sahabat Membuat Keluargaku Melarat”

Renungan Malam

Dalam menjalani hidup ini, seringkali kita dibayangi oleh rasa khawatir berlebihan yang biasanya hanya berasal dari pikiran kita saja. Namun, sebenarnya perasaan yang tidak menentu tersebut dapat kita atasi dengan melakukan perencanaan yang matang dan merealisasikan perencanaan itu. Mari kita simak kutipan berikut ini: “Worry does not empty tomorrow of its sorrow, it empties todayLanjutkan membaca “Renungan Malam”

Real Asset Vs. Paper Asset (3-Habis)

Dear Planners, paper asset lebih disukai dari pada real asset oleh masyarakat di negara maju karena dinilai lebih praktis, lebih mudah untuk dicairkan, dan tidak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Mari kita simak contoh kasus berikut ini… Contoh kasus 3: Untuk memiliki paper asset senilai Rp. 5 Milyar, Pak Rahmat (45 tahun) cukup  mencicil Rp. 8Lanjutkan membaca “Real Asset Vs. Paper Asset (3-Habis)”

Real Asset Vs. Paper Asset (2)

Siang Planners, hari ini kami akan lanjutkan permbahasan tentang perbedaan antara real asset dan paper asset. Real asset tidak diminati oleh masyarakat di negara-negara berkembang karena selain karena tidak praktis, biaya-biaya tambahan yang harus dikeluarkan cukup banyak,  juga terdapat risiko yang tinggi dalam investasi tersebut. Mari kita simak contoh kasus 2 berikut ini: Contoh kasusLanjutkan membaca “Real Asset Vs. Paper Asset (2)”