Alasan Ketiga: Keluarga yang Ditinggalkan Berisiko Hanya Menerima Sebagian dari Harta Warisan Anda

Siang Planners,

Tahukah Anda bahwa setiap ahli waris Anda berisiko untuk menerima hanya sebagian kecil dari harta waris Anda? Ya, hal ini terjadi karena ketika Anda meninggal dunia, sebagian harta Anda harus diwariskan ke rumah sakit, rumah duka, catering (mungkin), toko kue, dinas pemakaman, bank/perusahaan finance, Petugas RT/RW dan Kelurahan/Kecamatan, orang-orang yang ikut mendoakan ketika tahlilan, dan, yang terbesar, kepada Pemerintah.

Kenapa bisa begitu? Ya, bisa saja.

  1. Apabila sebelum Anda meninggal, Anda menderita sakit kritis yang memakan biaya besar untuk perawatan dan pengobatan terakhir, apakah Anda mau mengambil dana pengobatan terakhir Anda dari tabungan Anda, yang berarti menghabiskan sebagian harta waris Anda?
  2. Setelah meninggal, tentu saja jenazah Anda tidak dibiarkan begitu saja bukan? Ada upacara pemakaman, pengkremasian, atau yang lainnya, yang tentunya memakan biaya yang tidak sedikit. Hal ini perlu Anda perhitungkan juga dalam perencanaan warisan Anda.
  3. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki adat-istiadat kematian sampai dengan tujuh hari pertama setelah meninggal, dan seratus bahkan seribu hari setelah meninggal, Anda harus perhitungkan besarnya biaya yang diperlukan oleh ahli waris Anda untuk mengadakan acara-acara tersebut di dalam perencanaan warisan Anda. Jangan sampai keluarga Anda malah harus meminjam sana-sini hanya untuk mengadakan acara-acara selamatan kematian tersebut.
  4. Setelah acara selamatan selesai, ahli waris Anda juga harus melanjutkan untuk melunasi semua cicilan hutang-hutang Anda yang tidak tercover asuransi apabila ada. Anda harus masukkan semua hutang-hutang Anda ke dalam perencanaan warisan Anda agar keluarga tercinta Anda tidak sampai kerepotan nantinya.
  5. Setiap warga negara harus melengkapi pendataan kependudukan, termasuk membuat akta kematian apabila Anda meninggal dunia. Untuk itu, Anda harus siapkan juga dana yang memadai untuk ahli waris Anda mengurusnya dari tingkat RT, RW, Kelurahan, sampai Kecamatan.
  6. Terakhir, apabila Anda mewariskan sejumlah property berupa tanah dan bangunan, Anda perlu siapkan biaya pengurusan balik nama dan pajak warisan (lihat postingan sebelumnya; “Perencanaan Warisan Berupa Tanah dan Bangunan” dan simulasinya). Jangan sampai ahli waris Anda harus meminjam uang dari sana-sini atau aset yang sudah susah payah Anda kumpulkan dijual murah hanya untuk membayar biaya balik nama dan pajak warisnya.

Nah, Planners…

Setelah membaca tulisan di atas bagaimana pendapat Anda? Masihkah Anda berpikir untuk menunda merencanakan dana warisan Anda atau Anda putuskan untuk merencanakannya dari sekarang?

Hanya ada dua cara untuk mengatasinya, yaitu menabung sebanyak-banyaknya sejak saat ini agar keluarga Anda mendapat warisan yang cukup agar mereka bisa meneruskan hidup, atau hubungi kami untuk mendapatkan saran yang lebih baik. Semua pilihan ada di tangan Anda.

Salam Planners….

Diterbitkan oleh championewealthplanner

Kami adalah tim perencanaan keuangan yang handal dan terpercaya. Kami memiliki etos kerja yang tercermin dalam nama dan motto usaha Kami. Nama "CHAMPIOne" Kami ambil dari singkatan Comprehensive and Honest Advice for Maximum Planning is Our number One. Sedangkan motto Kami adalah "WEALTH", yaitu Warmth, Empathy, Assurance, Love, Trust, and Honesty. Kami berusaha memberikan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terbuka bagi Anda dan keluarga agar tujuan finansial yang Anda impikan dapat tercapai. Karena perencanaan keuangan bersifat sangat pribadi, informasi yang menyeluruh dan terbuka dari Anda sangat dibutuhkan agar perencanaan tersebut dapat tercapai sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: