Sukses Pagi

Pagi Planners,

Sebelum memulai aktifitas Anda, ada baiknya kita simak kutipan berikut ini:

Orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang punya tujuan dengan jelas dan menjurus kepadanya tanpa menyimpang

–Cecil B. Demille

Yuk kita luruskan niat/tujuan kita agar kita dapat meraih impian dan cita-cita kita…

SEMANGAT PAGI!!

Renungan Malam

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka, namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.

–Alexander Graham Bell

12 Mitos Menyesatkan tentang Keuangan dan Kesuksesan (1)

Dear Planners,

Seringkali dalam mengambil keputusan dalam hal keuangan, kita lebih dipengaruhi oleh omongan orang-orang di sekitar kita. Padahal, tidak semua omongan itu merupakan fakta yang sebenarnya. Pertimbangan Anda, khususnya dalam hal keuangan, harus didukung oleh fakta yang akurat, karena jika Anda salah dalam mengambil keputusan keuangan, maka akibatnya tidak hanya akan dirasakan oleh Anda, tetapi juga oleh keluarga Anda. Dalam sepuluh hari ke depan, akan kami bahas 12 mitos salah tentang keuangan yang perlu Anda ketahui untuk Anda ubah dari sekarang apabila Anda ingin mencapai WEALTH (kesejahteraan).

1. Uang Tidak Dapat Memenuhi Semua Keinginan

Pada awalnya, orang tua kita menanamkan ide ini kepada anak-anaknya agar kita tidak terlalu mengagung-agungkan uang sampai menuhankannya dan mengukur segala sesuatunya dengan uang. Akan tetapi, anggapan ini kemudian malah menjadi alasan bagi kebanyakan orang hanya untuk tidak berprestasi dan hidup dengan cara yang biasa-biasa saja, tidak memiliki cita-cita yang tinggi. Memang, uang tidak bisa membeli segalanya, tetapi dengan uang Anda bisa menghidupi keluarga Anda dengan layak, membeli apa yang ingin Anda beli, menyekolahkan anak-anak Anda di sekolah-sekolah terbaik, dan memungkinkan Anda untuk menolong sesama dan membahagiakan orangtua Anda. Bukankah impian setiap orang untuk dapat hidup makmur seperti yang telah disebutkan di atas?

2. Untuk Apa Memikirkan Uang Dari Sekarang? Saya kan Masih Muda.

Seringkali kita melakukan penundaan-penundaan karena merasa kita masih terlalu muda atau terlalu jauh untuk mencapai masa itu. Kata “nanti saja” sepertinya sudah sering kita ucapkan manakala kita ditanya pertanyaan berikut: “Sudahkah Anda merencanakan keuangan Anda?”. Nanti saja saya merencanakan keuangan, kalau saya sudah menikah. Nanti saja saya memikirkan biaya pendidikan untuk anak-anak saya, kan mereka masih kecil-kecil. Nanti saja saya memikirkan dana hari tua (pensiun) saya, kan sekarang saya masih muda. Terus begitu.

Jika kata “nanti saja” masih mendominasi pikiran Anda, Anda harus hati-hati. Kenapa? Karena kata ini akan melenakan Anda untuk terus mengulur waktu sampai tiba waktunya Anda harus mengeluarkan uang dalam jumlah banyak dan Anda baru menyadari pentingnya merencanakan keuangan sejak dini. Ketika tiba saatnya anak Anda mau kuliah atau sekolah di sekolah terbaik yang dia idam-idamkan, Anda tidak memiliki cukup dana untuk itu. Akhirnya, terpaksa anak Anda bersekolah/berkuliah di tempat yang sesuai dengan kantong Anda. Apakah itu yang Anda inginkan?

Ketika memasuki usia pensiun, Anda baru sadar bahwa Anda perlu uang banyak untuk memenuhi kebutuhan Anda dan pasangan Anda, apalagi jika Anda atau pasangan Anda sakit-sakitan sedangkan simpanan Anda tidak cukup untuk membiayai semua itu. Mau kembali bekerja, kondisi badan Anda sudah tidak sekuat dan sesehat sewaktu Anda masih muda. Akibatnya, Anda harus kembali bekerja dengan lebih keras lagi di usia senja Anda agar dapat memenuhi semua kebutuhan Anda. Apakah kehidupan seperti itu yang Anda inginkan?

Oleh karena itu, jangan tunda-tunda lagi kebiasaan baik Anda untuk melakukan segalanya yang Anda bisa, termasuk merencanakan keuangan Anda. Sebagai contoh, apabila Anda sekarang berumur 30 tahun dan ingin pensiun dengan tabungan 1 miliar pada usia 65 tahun, Anda cukup menabung Rp. 67.292,- per bulan mulai dari sekarang. Namun, apabila Anda tunda kebiasaan baik ini sampai usia 55 tahun, Anda harus menabung paling sedikit Rp. 3.588.638,- per bulan dari sekarang (asumsi tingkat suku bunga 15% per tahun). Dengan mengetahui gambaran di atas, masih berani kah Anda menunda-nunda untuk merencanakan keuangan Anda?

Itulah 2 mitos tentang keuangan yang perlu Anda ketahui dan buang jauh-jauh dari pikiran Anda agar Anda bisa menikmati hidup Anda dengan lebih berkualitas. Simak sepuluh mitos menyesatkan tentang keuangan yang lainnya pada tulisan-tulisan kami berikutnya. Stay tuned and well-planned.

Salam Perencanaan

Syukuri yang Anda Miliki dan Berbuatlah yang Terbaik

Dear Planners,

Sudahkah Anda bersyukur di pagi hari ini? Kalau belum, segeralah buat daftar hal-hal yang membuat Anda bersyukur  di pagi hari ini. Dengan selalu mensyukuri nikmat Tuhan yang ada dalam diri kita, otomatis kita juga mengijinkan otak kita untuk selalu berpikiran positif. Dengan begitu, semua pikiran negatif akan terhalau dan kita akan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik di dalam hidup kita.

Selamat beraktifitas, dan be the best!

Salam Planners

Night Quote : Happiness

Happiness is not something ready made. It comes from your own actions.

-Dalai Lama XIV-

Perencanaan Warisan : Dana Duka

Dear Planners,

Kematian adalah kata-kata yang jarang sekali ingin diucapkan apalagi dibahas oleh tiap orang. Karena ini adalah dianggap sebagai hal yang tabu, atau bentuk doa. Namun pada hakikatnya, semua manusia pasti akan meninggal dunia, meninggalkan kenangan yang mendalam.

Akan tetapi ternyata meninggal akan meninggalkan serangkaian masalah terutama yang berhubungan dengan finansial terhadap keluarga yang ditinggalkan. Apakah Kita sebagai manusia yang pasti akan meninggal akan membiarkan keluarga yang Kita cintai menjadi kerepotan atau bahkan bertikai karena masalah kematian ini?

Apa yang perlu Kita persiapkan, agar KIta dapat meninggal dunia dengan tenang, tanpa ada rasa repot dari keluarga ?

  1. Pilihlah metode pengurusan jenasah KIta sejak dini melalui surat wasiat, apakah ingin di kremasi, atau dikuburkan?
  2. Bila ingin dikuburkan, maka dimanakah lokasi pastinya?
  3. Pastikan apakah selepas Kita meninggal, tidak terdapat utang-utang yang belum lunas, atau terdapat cicilan yang masih berlangsung.
  4. Ingat akan perayaan beberapa hari atau bulan setelah Kita meninggal, tentunya perayaan tersebut juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Pertanyaannya, apakah seluruh biaya tersebut Kita limpahkan kepada ahli waris? Tentu saja tidak bukan? Kita tidak ingin merepotkan keluarga yang ditinggalkan. Inilah gunanya persiapan warisan yang gunanya sebagai dana duka. Melalui perhitungan yang tepat sesuai dengan keinginan Kita, maka tentunya ahli waris tidak perlu terlalu repot. Ahli waris hanya membantu mengelola warisan tersebut agar tujuan tercapai. Hal yang perlu di evaluasi terus secara berkala adalah tentang ada atau tidaknya hutang-hutang yang masih berjalan, terutama bagi Anda seorang pebisnis.

Jadi, sangat penting membuat perencanaan warisan berupa dana duka atau kematian kan?

Selamat berencana

Percayalah pada Kemampuan Diri Anda

Selamat Pagi Planners,

Sering kali Kita dihadapkan pada berbagai masalah atau tantangan, namun terkadang Kita merasa tidak yakin bisa mengatasinya atau menyelesaikannya dengan baik. Apa yang terlintas dalam benak Anda? Pada umumnya akan terdengar kata-kata “Bisa gak yah? Pasti gak bisa? Nyerah deh? Aduh kenapa saya, lebih baik orang lain? dan seterusnya”

Pikiran Kita langsung muncul kata-kata negatif yang melemahkan diri Kita. Sebenarnya mungkin Kita mampu menyelesaikannya dengan baik, namun karena sudah berpikir tidak bisa, maka yang terjadi adalah sesuai dengan pikirannya. Apabila ternyata berhasil melakukan atau menyelesaikannya, Kita akan menjawab “Saya beruntung sekali”. Bila tidak berhasil “Tuh kan benar apa yang Saya bilang”.

Sebenarnya paradigma ini haruslah diubah, karena kurang tepat. Pada umumnya tubuh akan bereaksi terhadap apa yang Anda pikirkan atau yakini. Jadi apabila Kita yakin pasti bisa, maka Kita pasti bisa, dan sebaliknya. Jadi KItalah yang menentukan bisa atau tidak bisa melakukan sesuatu. Percaya pada kemampuan diri sendiri, bukanlah sebuah bentuk terlalu percaya diri, namun Kita mempercayai dan meyakini bahwa Kita mampu menyelesaikan berbagai persoalan dalam hidup. Dengan begini, maka seluruh aktivitas Anda akan menemukan solusi dari tiap kondisi masalah.

Salam Sukses

Renungan Malam

Dear Planners,

Mari Kita renungkan bersama, apa yang telah Kita lakukan selama ini? Berapa banyak dari pekerjaan tersebut bermanfaat bagi tujuan hidup Kita? Berapa banyak waktu telah Kita sia-siakan dengan melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat?

Masa lalu telah lewat, dan Kita tidak bisa mengubahnya. Yang dapat Kita lakukan adalah mengubah kondisi saat ini, untuk mengubah masa depan Kita. Pasti Bisa.

Mari Kita berusaha dan berjuang.

Selamat Istirahat

Perencanaan Warisan berupa Properti

Siang Planners,

Banyak orang berencana ingin memberikan warisan kepada anak atau bahkan cucu kesayangannya, kelak ketika Ia meninggal dunia. Sebagian sudah mempersiapkan dengan menulis surat wasiat yang langsung memuat nama-nama ahli warisnya, sehingga apabila Ia suatu saat meninggal dunia, maka seluruh harta bendanya dapat diberikan/diwariskan kepada pihak yang ditunjuk. Isi surat wasiat dapat beragam, tergantung orang yang ingin memberikan warisannya. Beberapa orang yang memberikan warisan, memberikan warisan berupa properti (tanah maupun rumah). Terkadang, isi surat wasiat menjelaskan keingian si pemberi warisan agar properti yang diwariskan tidak diperkenankan dijual, karena properti tersebut mengandung nilai sejarah atau ada ikatan emosional.

Ahli waris hendaknya menuruti keinginan si pewaris. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Ketika properti akan diwariskan, terdapat biaya yang harus ditanggung oleh ahli waris, yaitu pajak perubahan nama kepemilikan properti. Pajak ini umumnya sekitar 5%. Coba bayangkan, apabila Anda ingin mewariskan sebuah rumah yang bernilai 3 Milyar, maka pajak yang harus ditanggung oleh ahli waris adalah sebesar Rp 150 Juta. Apabila ahli waris tidak memiliki uang sedemikian banyak, maka ahli waris akan kerepotan mencari pinjaman uang, atau terpaksa menjual rumah tersebut.

Maka Anda sebagai pemberi warisan, sebaiknya juga mempertimbangkan kemampuan ekonomi ahli waris. Sehingga properti tersebut tidak sampai harus dijual untuk mendapatkan uang. Polis asuransi jiwa merupakan salah satu solusi terbaik untuk memfasilitasi hal ini. Seperti contoh diatas, maka Anda cukup membeli polis dengan uang pertanggungan sebesar pajak balik nama tersebut, yaitu Rp 150 juta. Jadi ketika Kita meninggal, meninggalkan surat wasiat, serta memberikan sejumlah uang untuk tambahan biaya balik nama. Sehingga penerima warisan tidak direpotkan untuk mencari sejumlah dana.

Jadi mari mempersiapkannya dengan penuh bijaksana.

Salam Perencanaan

Berkarya Tiap Waktu

Pagi Planners,

Setiap orang bekerja memiliki sebuah atau lebih tujuan. Bagaimana dengan tujuan Anda? Kadang beberapa orang hanya ingin bekerja pada waktu atau jam kerja saja. Diluar itu, merupakan hari libur, dimana ini merupakan waktunya senang-senang maupun istirahat. Namun sebenarnya hal ini kurang tepat. Pada tiap kondisi apapun, saat kapanpun, berkarya tidak mengenal waktu. Jadikanlah kegiatan berkarya suatu kebiasaan yang dilakukan tiap waktu..

sudahkah Anda berkarya yang terbaik bagi diri Anda, keluarga dan sesama?