Mulailah Dengan Awal Yang Baik

Selamat pagi planners..

Semoga pagi hari di  jumat penuh berkah ini dapat menjadi awal yang baik untuk Anda memulai aktivitas.

“Good start will lead you to great end.”

Awal yang baik akan membimbing Anda ke hasil yang luar biasa.

Selamat beraktivitas..

Never Put Any Limitation

Malam planners..

“Never put any limitation since you want to start something, but if you have done you know your limitation.”

Jangan meletakkan batasan ketika Anda ingin memulai sesuatu, sebab ketika Anda sudah mengerjakan, Anda akan mengetahui sendiri sejauh mana batasan Anda.

Dirawat Di Rumah Sakit, Yang Mana Pilihan Anda?

Siang planners..

Sambil menikmati makan siang Anda, ada baiknya Anda menyimak bahasan kami siang ini. Semoga bermanfaat.

Mungkin Anda pernah memiliki pengalaman dirawat di rumah sakit, baik itu Anda sendiri yang dirawat, teman, atau kerabat Anda. Seperti kita ketahui bersama bahwa biaya rumah sakit semakin mahal akhir-akhir ini. Semakin berat penyakit dan semakin lama dirawat, otomatis akan membutuhkan biaya yang semakin besar. Jika hal tersebut menimpa Anda atau keluarga Anda di kemudian hari, mana yang Anda pilih?

1.  Membebankan biaya perawatan Anda pada orang tua?

Yang perlu Anda pertimbangkan diantaranya :

  • Orang tua kita tentu memiliki kebutuhan lain yang harus dibiayai
  • Kita sebagai anak, terutama jika telah memiliki penghasilan, tentu tidak ingin lagi membebani orang tua
  • Orang tua kita, apa masih bekerja atau sudah masuk masa pensiun? Jika sudah memasuki usia pensiun, tentu pendapatannya tidak sebesar ketika bekerja dulu, dan tentu mereka ingin menikmati masa pensiun tanpa lagi dibebani dengan biaya-biaya yang besar.

2.  Menggunakan tabungan Anda?

Yang perlu Anda pertimbangkan diantaranya :

  • Anda tentu memiliki tujuan untuk apa Anda menabung? Dengan mengambil tabungan Anda untuk biaya perawatan, berarti tujuan Anda menabung akan tertunda atau malah tidak dapat dicapai.

3.  Menjual aset Anda?

4.  Pinjam pada kerabat?

Yang perlu Anda pertimbangkan diantaranya :

  • Kerabat kita juga memiliki kebutuhannya sendiri, apakah mereka dapat memberi kita pinjaman?
  • Jangan lupa bahwa setelah itu Anda memiliki kewajiban untuk membayarnya.

5.  Menggunakan kartu kredit?

Yang perlu Anda pertimbangkan diantaranya :

  • Sangat mudah menggunakan kartu kredit, tapi jangan lupa bahwa setelah itu Anda memiliki kewajiban untuk membayarnya.

6.  Sedari sekarang membeli asuransi kesehatan sehingga ketika anda sakit, perusahaan asuransi yang akan membayar biaya perawatan Anda?

Yang perlu Anda pertimbangkan diantaranya :

  • Asuransi hanya dapat dibeli oleh orang yang sehat.
  • Asuransi dapat dibeli ketika Anda tidak membutuhkannya, namun menjadi tidak dapat dibeli ketika Anda sudah benar-benar membutuhkannya.
  • Uang kecil beli uang besar, itulah asuransi. Jika Anda tidak paksa untuk bayar uang kecil, maka Anda akan dipaksa untuk membayar uang besar.
  • Banyak orang yang jatuh miskin karena sakit. Namun tidak ada orang yang jatuh miskin karena membeli asuransi.

Yang mana pilihan Anda?

Anda dapat berkonsultasi dengan kami untuk mendapatkan masukan asuransi yang tepat bagi Anda.

Salam perencanaan..

Real Success

Morning planners..

“Real success is determined by two factors. First is faith, and second is action.”

Kesuksesan sejati ditentukan oleh dua factor. Pertama adalah keyakinan, dan kedua adalah tindakan.

Jangan lupa ikuti berita kami siang nanti..

Salam sukses luar biasa untuk Anda semua..

Rezeki vs Kemalasan

Malam planner..

Kutipan malam ini semoga menginspirasi Anda untuk terus berusaha dan melawan kemalasan dalam mencari rezeki.

“Provision would not be friends with an idleness.”

Rezeki tidak akan bersahabat dengan kemalasan.

Selamat beristirahat..

Untuk Biaya Kuliah Anak, Yang Mana Pilihan Anda?

Siang planners.

Siang hari ini kami kembali akan membahas tentang perencanaan dana pendidikan anak. Selamat mengikuti.

Pada bahasan Perencanaan Dana Pendidikan (6 – akhir) – Fakultas Kedokteran Umum, kita telah sama-sama menghitung biaya kuliah di fakultas kedokteran umum tahun 2013. Berdasarkan perhitungan tarsebut,  jika saat ini usia anak Anda adalah 5 tahun, maka 13 tahun yang akan datang saat anak Anda kuliah, diperkirakan dibutuhkan biaya sebesar  Rp. 400jt .

Untuk memenuhi biaya tersebut, mana yang Anda pilih :

1. Bagaimana nanti saja, usia anak saat ini masih kecil, masih lama.

Yang perlu Anda pertimbangkan disini antara lain :

  • Semakin menunda, semakin dekat waktunya hingga anak Anda kuliah, semakin besar cicilan yang harus Anda siapkan untuk mencapai Rp. 400jt.
  • Semakin lama, kebutuhan Anda akan semakin meningkat dengan adanya anak kedua, dst.

2.  Jika saatnya tiba nanti anak Anda kuliah, Anda akan meminjam ke bank sebesar  Rp. 400jt dan akan Anda cicil selama sekian tahun.

Yang perlu Anda pertimbangkan disini antara lain :

  • Berapa jarak usia anak pertama Anda dengan anak kedua, dan seterusnya? Jika jaraknya lebih kecil dari jarak pelunasan hutang Anda ke bank, bagaimana dengan biaya kuliah anak kedua Anda?
  • Berapa usia Anda saat itu? Apa masih dalam usia kerja atau sudah masuk usia pensiun? Cukupkah penghasilan Anda saat itu untuk mencicil hutang ke bank?

3.  Jika saatnya tiba nanti anak Anda kuliah, Anda telah memiliki tabungan yang cukup untuk anak Anda. Anda tinggal pergi ke tempat Anda menyimpan uang, mengambil uangnya, dan anak Anda pun dapat kuliah dengan tenang. Anda pun tidak dibayang-bayangi dengan hutang.

Yang mana pilihan Anda?

Tentu pilihan nomer 3 bukan?!

Untuk mencapai pilihan nomer 3, diperlukan rencana yang matang, komitmen, dan pengorbanan untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan Anda. Dan yang tidak kalah penting, mulailah sejak SAAT INI!!!

Anda dapat menghubungi kami untuk mendapatkan rekomendasi tempat investasi/tabungan yang cocok untuk Anda sehingga jika saatnya tiba nanti anak Anda kuliah, Anda tinggal mengambil hasilnya seperti pada pilihan nomer 3.

Salam perencanaan..

Majulah dan Jangan Berhenti

Morning planners.

Kutipan pagi ini semoga dapat membakar semangat Anda dalam beraktivitas.

“Keep going and never quit! The champion is never quit.”

Terus maju dan jangan pernah berhenti! Sang juara tidak pernah berhenti!

Selamat berkativitas.

Salam perencanaan..

Go Beyond Our Comfort Zone, Planners!!

Sebelum beristirahat malam ini, ada baiknya kita simak kutipan berikut ini:

The comfort zone is the great enemy to creativity; moving beyond it necessitates intuition, which in turn configures new perspectives and conquers fears.

–Dan Stevens

Zona nyaman adalah musuh besar kreatifitas, keluar dari zona tersebut memerlukan intuisi, yang akan membentuk perspektif baru dan mengalahkan ketakutan…

 

Kiat Praktis Mengelola Penghasilan Tidak Tetap

Dear Planners,

Pada postingan yang lalu, telah kami bahas mengenai cara mengelola gaji (tetap) supaya tidak tekor. Namun, tidak semua orang mendapatkan pendapatan tetap setiap bulannya, bukan? Bagi Anda yang memiliki profesi sebagai pedagang atau pekerja profesional yang mempekerjakan diri sendiri, seringkali besarnya pendapatan yang diterima tergantung pada seberapa besar usaha Anda dalam bekerja, dengan jumlah yang tidak sama setiap bulannya, kadang besar, kadang kecil. Bagaimana cara menyiasati pendapatan yang tidak tetap tersebut, supaya ketika pendapatan Anda sedang besar, Anda tidak boros, dan ketika pendapatan Anda kecil, dana yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda sehari-hari?

Ada 3 cara untuk menyiasati penghasilan yang tidak tetap, sementara pengeluaran bersifat tetap:

1. Catat semua pengeluaran bulanan Anda dari bangun tidur hingga tidur kembali selama 3 bulan berturut-turut.

Dengan melakukan pencatatan rutin selama 3 bulan berturut-turut, Anda akan mendapatkan sebuah pola pengeluaran, sehingga besarnya pengeluaran rutin bulanan dapat kita ukur. Dengan mengetahui besarnya pengeluaran rutin bulanan Anda, Anda bisa membuat perencanaan keuangan. Contohnya, setelah Anda catat semua pengeluaran Anda secara detail, diketahui bahwa pengeluaran rutin bulanan Anda sebesar 1 juta. Berarti pengeluaran normal tahunan Anda sebesar 12 juta.  Untuk jaga-jaga, besarnya pengeluaran tersebut bisa Anda tambahkan 10 persen setiap bulannya sebagai dampak inflasi dari mata uang rupiah. Berarti menjadi Rp 1,1 juta per bulan atau Rp 13.200.000 per tahunnya.  Selain itu, bisa juga Anda tambahkan biaya-biaya tidak terduga seperti hari-hari besar keagamaan (misalnya, Idul Fitri, hari raya Qurban, Natal, Waisak, Nyepi, dll.)

2. Hitung berapa rata-rata penghasilan Anda selama 1 bulan.

Jika Anda sudah bekerja lebih dari 1 tahun, tentunya anda memiliki data berapa pemasukan/penghasilan Anda selama 1 tahun tersebut.  Jika Anda lupa mencatatnya, bisa juga menggunakan asumsi. Misalnya, pendapatan bulan Januari sebesar Rp 500 ribu, bulan Februari Rp 1 juta, bulan Maret Rp 200 ribu, bulan April Rp 0, bulan Mei Rp 5 juta, dan seterusnya. Hitung semua pendapatan total selama 1 tahun dan bagi 12 bulan. Nantinya Anda akan mengetahui berapa sebenarnya penghasilan rata-rata Anda setiap bulannya.

Setelah itu, bandingkan antara penghasilan bulanan dan pengeluaran bulanan Anda.  Apakah surplus atau minus? Apabila setelah dibandingkan ternyata pemasukan Anda minus, berarti Anda perlu membuat strategi di bulan-bulan ketika Anda mendapatkan pemasukan lebih besar. Strategi tersebut bisa dengan menyediakan stock lebih agar dapat memperbanyak penjualan barang/jasa. Pada bulan-bulan di mana Anda temukan sepi dari penjualan, Anda bisa atur strategi marketing Anda agar dapat meningkatkan penjualan.

Contohnya, beberapa pedagang ada yang melihat bulan Ramadhan sebagai bulan yang tidak produktif untuk aktivitas penjualan, karena di bulan tersebut orang-orang lebih mengalokasikan dana mereka untuk pulang mudik dan lebaran. Tetapi bagi pedagang yang lain, justru inilah bulan yang ditunggu-tunggu untuk mendapatkan keuntungan lebih, dengan memperbanyak penjualan. Semuanya tergantung dari cara kita memandang suatu kondisi dan bertindak untuk mengatasi kondisi tersebut.

3. Buat rekening terpisah antara tabungan dan pengeluaran atau buat amplop khusus untuk tabungan dan pengeluaran.

Ketika kita mendapatkan pemasukan, kita pisahkan dana tersebut ke dalam rekening untuk tabungan dan rekening untuk pengeluaran, sehingga kita bisa menyimpan untuk dana darurat dan mencapai tujuan keuangan kita di masa yang akan datang.

Banyak masalah keuangan di beberapa rumah tangga terjadi bukan karena besar kecilnya pemasukan atau pengeluaran, tetapi karena Anda kurang konsisten dalam menjalankan tujuan dari keuangan keluarga. Dengan mengetahui berapa penghasilan dan pengeluaran bulanan Anda serta memiliki tujuan keuangan yang jelas untuk masa depan, Insya Allah masalah keuangan Anda bisa teratasi. Jadi dalam merencanakan tujuan keuangan Anda, diperlukan komitmen yang kuat agar tujuan tersebut bisa tercapai.

Demikian ulasan kami tentang strategi untuk mengelola pendapatan yang tidak tetap. Apabila Anda memerlukan bantuan dalam mengelola keuangan Anda, Anda dapat menghubungi kami.

Salam perencanaan

Motivasi Pagi

Dear Planners,

Seiring dengan usaha Anda dalam meraih impian Anda, apabila Anda mendapati suatu kondisi yang tidak sesuai dengan harapan Anda, jangan ubah mimpi Anda, tetapi ubah strategi Anda untuk meraih mimpi itu.

SEMANGAT PAGI