Post-lebaran Syndrome

Dear Planners, Mungkin banyak di antara Anda yang juga sebagai ibu rumah tangga, sekarang ini sedang merasakan yang namanya Post-lebaran Syndrome… Penyakit apa pula itu?? Sebenarnya, Post-lebaran Syndrome itu bukan penyakit, tapi suatu keadaan dimana para ibu rumah tangga yang terbiasa dilayani oleh seorang asisten/pembantu rumah tangga (ART) terpaksa harus kembali mengerjakan segala sesuatunya sendiriLanjutkan membaca “Post-lebaran Syndrome”

Tricks And Tips Mengelola Gaji Anda

Bosan dengan gaji Anda yang lima koma sekian? Maksudnya, setelah tanggal lima, langsung koma… hehehe… Begitulah kenyataan yang sering dialami seseorang yang tidak begitu pandai mengatur uang. Setinggi apa pun penghasilan yang dimiliki, selalu merasa kurang setiap bulannya. Apabila Anda termasuk orang yang cukup dibuat kalang kabut ketika harus menangani keuangan keluarga atau pribadi, ada baiknya AndaLanjutkan membaca “Tricks And Tips Mengelola Gaji Anda”

A LOVELY MONDAY MORNING

Pagi Planners… Di hari Senin pagi yang cerah ini, mari kita sambut hari pertama setelah liburan panjang anak sekolah selama dua minggu ini dengan semangat untuk terus berkarya, demi kemajuan Nusa dan Bangsa. Tinggalkan semua rasa malas dan nestapa. Berusaha keras dan gapailah semua cita dan asa… Karena kita, generasi muda yang bermental sekuat baja.Lanjutkan membaca “A LOVELY MONDAY MORNING”

Kutipan Bijak

Malam Planners, Sebelum kita beristirahat malam ini, mari kita evaluasi kembali dan renungkan apa saja yang telah kita perbuat selama sehari, seminggu, sebulan, dan setahun yang lalu. Selama hidup kita, apakah kita telah berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang-orang lain di sekitar kita? Bagaimana hubungan kita dengan sesama manusia dan denganLanjutkan membaca “Kutipan Bijak”

Mengatur Keuangan Agar tidak Tekor Setelah Lebaran

Dear Planners, Biasanya ketika menyambut lebaran, kita cenderung untuk menjadi lebih konsumtif, apa-apa ingin dibeli, hanya untuk memperlihatkan kesuksesan kita ketika kita pulang kampung, dengan banyaknya harta benda yang kita bawa. Seringkali pikiran untuk “show off” (pamer) ini membuat kita lupa bahwa kita masih memiliki masa depan yang harus dijalani. Setelah euforia lebaran dan liburanLanjutkan membaca “Mengatur Keuangan Agar tidak Tekor Setelah Lebaran”

Siap-siap Kembali ke Sekolah

Pagi Planners, Bagaimana kabar Anda di pagi yang cerah ini? Semoga selalu sehat dan diberkahi oleh Tuhan… aamiin… Mungkin di hari Minggu ini Anda sedang sibuk mempersiapkan keperluan sekolah untuk anak Anda kembali bersekolah besok, atau mungkin Anda masih berada di kampung halaman, sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah dan memulai aktifitas Anda sehari-hari? ApapunLanjutkan membaca “Siap-siap Kembali ke Sekolah”

Arti Kemerdekaan Bagi Bangsa Indonesia

Dear Planners, Di hari kemerdekaan ini, marilah kita renungkan kembali arti dari kemerdekaan bagi diri kita sendiri. Sudahkah kita, sebagai generasi muda yang merdeka, melakukan yang terbaik bagi diri kita sendiri, keluarga, bangsa, negara, dan agama kita? Seperti yang dikatakan oleh Presiden Pertama kita, Ir. Soekarno: Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanyaLanjutkan membaca “Arti Kemerdekaan Bagi Bangsa Indonesia”

Kebebasan Finansial di Usia Muda, Mungkinkah?

Dear Planners, Tentunya kita semua ingin mencapai kondisi di mana kita tidak perlu lagi repot bekerja mencari uang, dengan membiarkan uang yang bekerja untuk kita, bukan? Ya, apabila kita telah berada pada kondisi tersebut, bisa dikatakan bahwa kita telah mencapai financial freedom (kebebasan finansial). Seperti yang dikatakan oleh seorang perencana keuangan, Ahmad Gozali, mengutip dariLanjutkan membaca “Kebebasan Finansial di Usia Muda, Mungkinkah?”

Pencuri Impian

Dear Planners, Seringkali tanpa kita sadari kita terjebak dalam pikiran-pikiran negatif yang kita ciptakan sendiri. Contohnya, ketika kita hendak melakukan action untuk menggapai cita-cita kita, seringkali kita merasa ragu dan tidak percaya kepada kemampuan diri kita sendiri, atau kita merasa diri kita lebih rendah dari orang lain, dan sejuta pikiran negatif lainnya yang berkecamuk diLanjutkan membaca “Pencuri Impian”