Setiap Problem Pasti Akan Berlalu

Morning Planners,

Apabila Anda hari ini sedang menghadapi masalah, jangan takut dan khawatir, karena masalah itu sifatnya hanya sementara.

Katakan pada diri Anda:

Segala problem mempunyai batas waktu dan tidak permanen. Saya adalah pemenang atas setiap masalah yang saya hadapi.

Salam perencanaan

One Bright and Starry Night

Dear Night,

Perhaps today my night might not as bright as before,

But I believe that someday, the cloud will disappear, the sky will be bright, and the stars will shine their best light to lit the candles of my heart….

Hopefully…. Amen….

Siapkan 5 Perkara Sebelum 5 Perkara

Dear PlRasulullah SAW menyarankan kita agar melakukan perencanaan keuangan dengan baik, seperti yang terdapat di dalam haditsnya yang menyatakan bahwa ada 5 hal yang harus dijaga sebelum datangnya 5 perkara (H.R. Muslim). Diantaranya adalah:

1. Muda sebelum tua

Masa muda harus dimanfaatkan untuk mencari nafkah dan beribadah untuk mempersiapkan kehidupan di masa tua dan di akhirat nanti. Selagi masih mampu, hendaknya kita bekerja semaksimal mungkin dan menabung agar hari tua kita bisa kita nikmati, tanpa harus bersusah payah mencari nafkah lagi. Besarnya tabungan yang ideal untuk kita Sisihkan setiap bulannya adalah sebesar 10-20 persen. Dengan persiapan pensiun yang matang, insyaAllah kita dapat menikmati hari tua kita dengan tenang dan senang.

2. Kaya sebelum miskin

Ketika kita sedang berkelimpahan harta, hendaknya kita sisihkan 10-20 persennya untuk membeli produk asuransi, agar kita tidak jatuh miskin apabila musibah seperti sakit keras, atau cacat tetap total karena kecelakaan datang, harta kita tidak sampai habis untuk membiayai biaya hidup dan pengobatannya. Seperti yang dikatakan oleh Mario Teguh, “Uang kecil untuk membayar uang besar, itulah asuransi.” Pilih produk asuransi yang terbaik dan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan Anda.

3. Sehat sebelum sakit

Selagi kita sehat, ada baiknya kita sisihkan sebagian kecil penghasilan kita untuk membeli proteksi kesehatan, karena memang sehat dan sakit itu mahal harganya.

4. Lapang sebelum sempit

Selama kita masih diberi kehidupan, kesehatan, dan kekuatan untuk berusaha, mari kita manfaatkan waktu kita untuk berusaha semaksimal mungkin dan menabung sebanyak-banyaknya agar tujuan kita bisa tercapai.

5. Hidup sebelum mati

Sebelum akhirnya kita dipanggil oleh Allah SWT, mari kita lakukan yang terbaik di dalam hidup kita, terutama kepastian kelangsungan hidup dan pendidikan bagi pasangan hidup dan anak-anak kita nantinya. Persiapan dana pendidikan, dana hari tua, dan warisan bisa dilakukan dengan berkonsultasi dengan perencana keuangan Anda.

Salam planners

Morning Planners

Dear Planners,

Kesuksesan Anda ditentukan oleh seberapa besar Anda mau membayar harga untuk mencapainya…. Be tough, be rough, n be persistent with your dreams…

Happy Thursday morning, Y’all…

Hidup Berdasarkan Prinsip Berlian

Dear Planners,

Mulai hari ini, tunjukkan sifat-sifat berlian Anda dan katakan:

Saya unik

Saya berharga

Saya disukai orang

Saya membawa terang

Saya membawa kehangatan, dan

Saya membawa warna bagi banyak orang

Lima Pilar Perencanaan Keuangan Syariah

Perencanaan Keuangan Syariah dimulai dari pola berpikir yang tidak memisahkan ajaran Islam dalam ibadah ritual saja, namun memasukkan hukum-hukum Islam dalam kegiatan sehari-hari. Di dalam perencanaan keuangan syariah, terdapat lima prinsip utama (lima pilar). Diantaranya adalah: 1) cara memperoleh penghasilan, 2) cara mengelola penghasilan tersebut (termasuk membelanjakan dan menginvestasikan), 3) cara melindungi harta yang diperoleh dari penghasilan tersebut, 4) cara membersihkan harta yang dimiliki, dan terakhir  5) cara mendistribusikan harta. Hal ini sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW, yaitu:

“Tak akan bergerak kaki manusia pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya pada apa dia lakukan, tentang hartanya dari mana dihasilkan dan pada apa dia belanjakan” HR. Tirmidzi

1)      Cara Memperoleh Penghasilan

Penghasilan yang diperoleh seorang Muslim harus halal dan thoyib (baik). Jika ada keraguan (subhat) akan suatu penghasilan, sebaiknya dihindari. Jangan campurkan sesuatu yang jelas baik dengan yang kotor. Dengan cara ini, penghasilan yang diperoleh bukan dari  hasil korupsi, memanipulasi, ataupun memperdaya pihak lain. Para ibu yang menerima penghasilan dari suaminya harus memastikan bahwa uang yang diperolehnya hanya dari sumber yang halal. Tidak ada salahnya seorang istri menanyakan hal tersebut secara baik-baik pada suaminya.

“Rasulullah pernah menceritakan bahwa ada seorang yang bersafar kemudian menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa Ya Robbi, akan tetapi makanan dan minuman berasal dari barang yang haram maka bagaimana bisa doanya akan dikabulkan?” HR Muslim No. 1014.

2)      Cara Mengelola Penghasilan

Di dalam Al Qur’an dan hadist telah diterangkan dengan jelas cara membelanjakan harta yang dimiliki. Kita tidak boleh boros namun juga tidak boleh kikir (QS. 25 :67). Allah lebih menyukai orang yang dermawan daripada ahli ibadah namun kikir (HR. Tirmidzi).

Selain itu, kita juga disarankan untuk tidak mudah berhutang dan tidak meninggalkan keturunan kita dalam keadaan lemah dan miskin. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Diampunkan semua dosa bagi orang yang mati syahid kecuali jika ia mempunyai hutang kepada manusia” (HR. Muslim No. 6/38). Simak juga peringatan untuk tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah dan miskin (QS. 4:9). Dalam konteks kekinian, maka menyiapkan pendidikan yang terbaik bagi anak sangatlah penting. Bukan hanya dalam pendidikan akademis, namun juga keahlian untuk bertahan hidup.

Selanjutnya, kita juga disarankan untuk berinvestasi agar harta kita semakin berkembang. Ada berbagai macam cara untuk berinvestasi, namun yang manakah yang sesuai syariah? Apa pilihan tepat bagi tiap-tiap individu dan keluarga? Mana yang lebih baik, investasi di sektor keuangan atau di sektor riil yang juga memberi manfaat bagi banyak orang? Bagaimana caranya agar kita tidak terjebak pada investasi “bodong?” Selain di dunia, umat muslim percaya adanya kehidupan akhirat. Demikian juga investasi bukan hanya di dunia namun juga untuk kehidupan akhirat. Hal-hal demikian akan diperkenalkan oleh perencana keuangan syariah kepada Anda.

3)     Cara Melindungi Harta

Apa cara terbaik untuk melindungi harta? Jika asuransi syariah menjadi pilihan, bagaimana cara menghitung kebutuhan asuransi sesuai syariah? Metode human life value atau income based value tentu bisa digunakan. Tapi tahukah Anda, bahwa ada cara perhitungan lain yang dilakukan sesuai perintah dalam Al-qur’an? Bagaimana metodenya, semuanya ada dan diterapkan pada Perencanaan Keuangan Syariah.

4)      Cara Membersihkan Harta

Kita tentu sudah tahu kalau didalam harta yang kita miliki ada sebagian milik orang miskin yang meminta-minta dan tidak meminta. (QS.51:19) Kalau demikian, maka wajib bagi kita untuk mengeluarkan sebagian harta tersebut karena yang sebagian tersebut pasti bukan milik kita. Jangan takut harta anda akan berkurang, karena Anda bisa melipat-gandakannya dengan bersedekah. Sesuai janji Allah, sedekah akan dibalas 10 kali lipat atau bahkan 700 kali lipat (QS.2:261). Ini adalah janji Allah, bukan janji manusia yang kadang-kadang tidak ditepati. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

5)      Cara Distribusi Harta

Pada akhirnya, di akhir hayat nanti harta kita akan didistribusikan kepada ahli waris kita. Saat kita meninggalkan dunia ini, maka harta yang  ditinggalkan akan di wariskan. Perintah untuk menulis wasiat (QS. 2:180 dan 240) memerintahkan kita untuk mempersiapkan pola pendistribusian harta  sesuai syariah. Pekerjaan ini memerlukan ilmu faraidh, dan dilakukan saat kita masih dapat berpikir sehat.

Demikian kelima pilar yang harus ditegakkan dalam menjalani perencanaan keuangan syariah. Semoga kita, khususnya umat Muslim, dapat menerapkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Aamiin…

Salam Planners

Sikap Positif Memperlancar Sukses Kita

Dear Planners,

Sebelum menjalankan aktifitas, mari kita sama-sama tanamkan kata-kata ini dalam pikiran kita:

Saya percaya pada segala sesuatu yang mungkin, saya melihat kemungkinan di mana-mana.Saya melihat hal yang baik di setiap situasi dan di setiap orang.

Dengan selalu berpikiran positif, insyaAllah kesuksesan akan menghampiri kita semua.

Salam Planners

Aku Bisa, Aku Pasti Bisa!

Dear Planners,

Seringkali kita berhasil dalam melakukan sesuatu karena kita pikir kita pasti bisa melakukannya. Oleh karena itu, mari kita sama-sama luangkan waktu sejenak untuk mengatakan hal ini kepada diri kita:

Saya diprogramkan untuk berhasil. Saya yakin saya adalah pemenang. Hampir segala sesuatu dapat saya kerjakan.

Apabila kita selalu berpikir bahwa kita bisa, insyaAllah kita pasti bisa…

Salam Perencanaan

Prinsip Dasar Perencanaan Keuangan Syariah

Dear Planners,

Setiap Muslim mengharapkan hartanya dapat menjadi berkah baginya, dengan mengikuti tuntunan Alquran dan hadist sebagai rujukan utama. Untuk itu, diperlukan suatu perencanaan keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam kedua kitab tersebut, yang umum dikenal sebagai perencanaan keuangan syariah. Perencanaan keuangan dalam syariah Islam adalah proses pengambilan keputusan untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki (mencari dan mengkonsumsi harta) dengan manajemen keuangan (perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, serta pengendalian) dengan tidak bertentangan dengan syariat dan berbasis hukum Islam yaitu Al-qur’an dan Hadist. Perencanaan keuangan yang sesuai dengan syariat Islam bertujuan mendatangkan kemaslahatan (keselamatan), baik di dunia maupun di akhirat, seperti yang diatur di dalam Alqur’an surat Al-Furqon ayat 67 :

“Dan orang-orang yang apabila dalam membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian itu”.

Melalui ayat ini, dapat disimpulkan bahwa Allah SWT mengasihi orang yang mencari rejeki yang halal, membelanjakannya secara hemat (wajar), dan menyimpan kelebihannya untuk kepentingan di saat sulit dan di saat memerlukannya.

Perencanaan keuangan yang baik dan sesuai syariat menjadi faktor utama dalam mendapatkan kemaslahatan dunia dan akhirat. Bahkan Rasulullah SAW dalam salah satu hadistnya bersabda:

“Tidaklah bergeser telapak kaki bani Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya lima perkara; umurnya untuk apa dia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya darimana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan apa yang ia perbuat dengan ilmu-ilmu yang telah ia ketahui.” (HR Tarmidzi).

Hadist tersebut menjelaskan bahwa perencanaan keuangan disyariatkan bukan saja bagi seorang muslim, namun juga bagi seluruh umat manusia, karena di akhirat nanti kita semua akan ditanya dari mana harta kita didapat dan dibelanjakan untuk apa. Hal ini menunjukkan bahwa Islam telah mengatur dan mewajibkan umatnya untuk melakukan perencanaan keuangan yang bertujuan untuk keselamatan di dunia dan di akhirat.

Keikhlasan Hati untuk Melakukan yang Terbaik

Dear Planners,

Di setiap lika-liku perjalanan hidup kita selalu ada kendala yang harus kita benahi satu persatu. Diperlukan kesadaran hati untuk melakukan yang terbaik untuk mengatasi semua kendala tersebut, dimulai dari diri kita sendiri.

Selamat pagi….