Tips Mengumpulkan Dana Qurban

Dear Planners,

Setiap tahun umat Muslim disunnahkan untuk berqurban berupa hewan ternak, yaitu sapi, domba, onta, kambing, atau kerbau. Namun, mengapa ada orang yang bisa berqurban setiap tahun, walaupun secara penghasilan dia terlihat kurang mampu dan ada yang tidak bisa seperti itu padahal orang tersebut berpenghasilan tinggi? Hal ini kembali kepada cara kita mengatur anggaran keuangan. Biasanya kita merasa berat untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar sekaligus, bukan? Oleh karenanya, perlu dibuat suatu anggaran khusus agar kita bisa mencicil dana tersebut setiap bulannya.

Bagian untuk masing-masing hewan qurban berbeda-beda, tergantung jenis hewannya. Contohnya, satu ekor hewan qurban kecil seperti domba dan kambing untuk qurban satu orang, dan satu ekor sapi, onta, atau kerbau untuk qurban tujuh orang. Biasanya harga hewan qurban setiap tahunnya dapat kita perkirakan, dengan kenaikan harga 10 persen pertahunnya. Contohnya, apabila satu ekor sapi jenis Limousine pada tahun ini adalah sekitar Rp. 12.000.000 sampai dengan 15.000.000, maka pada tahun depan, harganya dapat naik menjadi Rp. 13. 200.000 – 16.500.000 per-ekor. Setiap keluarga yang mampu hanya diwajibkan untuk berqurban minimal untuk satu orang per-tahunnya.

Katakanlah pada tahun ini Anda berqurban untuk jatah satu orang dengan harga sapi Rp. 14.000.000,- (Rp. 2.000.000 per-orang), maka untuk tahun depan anda harus siapkan dana sebesar Rp. 2.200.000,- untuk jatah satu orang dengan hewan qurban yang sama. Karena perhitungan kalender Hijriah berdasarkan perputaran bulan, maka satu tahun Hijriah bisa setara dengan 10 bulan Masehi. Kita bagi saja Rp. 2.200.000 tadi dengan 10 bulan, akan didapat Rp. 220.000,- perbulan.

Uang Rp. 220.000,- ini dapat diposkan dengan dua cara. Pertama, ketika Anda menerima gaji, Anda sisihkan dahulu minimal 10 persennya untuk dana zakat dan shadaqah. Cara kedua, Anda bisa sisihkan dari uang belanja harian Anda sebesar Rp. 7.500 – Rp. 10.000 perhari. Dengan cara ini, insyaAllah Anda tidak akan merasa berat untuk berqurban setiap tahunnya.

Mari kita biasakan untuk berqurban minimal untuk satu orang anggota keluarga kita setiap tahun, agar rejeki kita senantiasa bersih dan berkah bagi sesama….

Seperti yang difirmankan di dalam Al-Qur’an:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (Q.S. al-Kautsar: 2).
Dan dikisahkan oleh Zaid bin Arqam tentang percakapan antara Rasulullah SAW dan para sahabatnya, yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah.

Saat itu para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah qurban itu?

“Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim,” jawab Rasul.
“Apakah keutamaan yang akan kami peroleh dengan qurban itu?” para sahabat bertanya lagi.
Jawab Rasulullah, “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”
“Bagaimana dengan bulu-bulunya, ya Nabi?”
“Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan,” jelas Nabi kemudian.

Selamat Idul Adha, Planners…

Selamat Hari Raya Idul Adha

Selamat Hari Raya Idul Adha, Planners….

Mari kita manfaatkan moment ini sebagai moment untuk membersihkan harta kita dengan saling berbagi…

Seperti hadits nabi berikut ini:

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. قَالَ: مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصّلاَّنَا ـ رواه احمد و ابن ماجة
Artinya: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati tempat sholat Id kami.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah).

Jangan lupa, ikuti terus berita  kami siang dan malam hari ini spesial tentang perencanaan anggaran dana qurban agar setiap tahunnya Anda bisa terus berqurban tanpa merasa berat…

Stay tuned,,,

Night Wisdom

Dear Planners,

Sebelum Anda beristirahat malam hari ini, mari kita renungkan kutipan berikut ini:

“The best way to not feel hopeless is to get up and do something. Don’t wait for good things to happen to you. If you go out and make some good things happen, you will fill the world with hope, you will fill yourself with hope.” ― Barack Obama

“Cara terbaik agar tidak hilang harapan adalah bangun dan bertindak. Jangan tunggu keberuntungan menghampiri Anda. Jika Anda keluar dan membuat hal-hal baik terjadi, kau akan memenuhi dunia dengan harapan, kau akan memenuhi dirimu sendiri dengan harapan.”

 

Cerdas Finansial Bagi Single Mom: Lunasi Hutang Anda dan Buat Anggaran Keuangan Baru

Dear Planners,

Kemajuan dunia perbankan sekarang ini beserta kemudahan-kemudahannya untuk mengajukan kredit, membuat kita tidak dapat menghindar dari berhutang. Kartu kredit dan kredit-kredit lainnya seringkali diambil oleh pasangan suami-istri semasa hidup berkeluarga. Namun, jika Anda/suami Anda tidak mengambil hutang yang disertai asuransi jiwa, apabila pasangan Anda meninggal dunia, tentunya kewajiban melunasi hutang masih tetap ada, bukan? Hutang-hutang ini bukan tidak mungkin akan menghambat pembagian harta warisan. Oleh karena itu, hendaknya Anda dan suami selalu saling terbuka dalam hal ini, agar apabila suami meninggal dunia, Anda dapat mengetahui dengan pasti berapa hutang pasangan Anda dan ke mana Anda harus melunasinya.

Sebagai orangtua tunggal, tentunya Anda dan anak-anak Anda sangat membutuhkan dana untuk biaya hidup, bukan? Apabila Anda tidak bekerja, dana ini bisa Anda dapatkan dari dana warisan. Biasanya pembagian harta warisan dilakukan setelah hutang-hutang almarhum diselesaikan. Semakin lama Anda menunda untuk melunasi hutang, semakin lama juga harta warisan suami dibagikan. Tentunya, Anda tidak ingin hal ini terjadi berlarut-larut, bukan? Oleh karena itu, lunasi segera hutang-hutang Anda. Segera setelah harta warisan Anda bersih dari hutang, Anda bisa membaginya dengan ahli waris yang lain dan mulai menyusun anggaran keuangan yang baru.

Bagaimana caranya menyusun anggaran keuangan agar tidak boros? Simak tulisan kami berikutnya besok siang pada waktu yang sama. Stay tuned…

Salam Planners

Puisi untuk Bunda

Bagimu Bunda
Yang slalu berjuang seorang diri
Untuk selalu tersenyum di dpn anak2mu
Memastikan mereka tetap bahagia
Walau di dalam hatimu
Kau mrasa rapuh

Tuhan punya rencana indah
Di balik semua musibah
Percayalah
Tetap semangatlah

 

Hargai dan Nikmati Setiap Waktu Anda

Dear Planners,

Memang, kenyataan hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan sekarang ini, tetapi mungkin akan menjadi sesuatu yang sangat kita rindukan di masa datang, ketika kenyataan hidup yang pahit itu tinggal menjadi kenangan manis yang tak terlupakan…

Langkah Pertama Cerdas Finansial bagi Single Mom: Kumpulkan Semua Harta Kekayaan Anda

Dear Planners,

Tahukah Anda, hal apa yang paling dikhawatirkan seorang istri apabila ditinggal (mati atau pun cerai) oleh suaminya? Ya, biasanya hal yang paling dikhawatirkan adalah soal jaminan kelangsungan hidup di masa depan bagi dirinya dan anak-anak. Seringkali kata-kata yang dilontarkan seorang istri ketika menemani suaminya menghadapi sakaratul maut adalah: “Bertahanlah Pa… Ingat, anak-anak masih kecil-kecil. Bagaimana kami bisa melanjutkan hidup kalau Papa tidak ada untuk menafkahi kami?”

Apakah kalimat di atas terkesan sangat materialistis bagi Anda? Bagi saya tidak. Justeru kalimat tersebut sangat realistis, karena bagaimanapun juga, untuk melanjutkan hidup kita butuh uang, ‘kan? Sebagian besar masyarakat kita masih mengandalkan suami sebagai pencari nafkah utama. Apabila suami tidak ada, otomatis sumber penghasilan keluarga menjadi berkurang atau malah hilang.

Oleh karena itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan ketika Anda ditinggal mati oleh suami Anda adalah mengumpulkan semua harta kekayaan Anda, baik yang berupa asuransi jiwa atau surat warisan, termasuk pindah-tangan kepemilikan rekening pasangan Anda. Hal ini sangat baik untuk Anda, karena Anda bisa mengalihkan kesedihan Anda dengan terus beraktifitas dan cepat mendapatkan rasa aman, daripada Anda sibuk meratapi nasib Anda dengan menangis dan mengurung diri di rumah. Sebaiknya, setiap pasangan suami istri telah menyiapkan jaring pengaman perencanaan keuangan berupa asuransi jiwa dan surat wasiat ketika mulai berkeluarga, agar apabila suatu saat pencari nafkah utama tidak ada, keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan hidupnya tanpa kekurangan.

Begitu pula apabila Anda bercerai dengan suami, Anda bisa mengurus harta gono-gini dan kesepakatan kewajiban pemberian nafkah bagi anak-anak dengan mantan suami Anda. Dengan demikian, jumlah harta yang Anda miliki akan terlihat jelas. Sebaiknya, Anda telah menyiapkan simpanan dana darurat untuk hidup selama  enam bulan ke depan. Hal ini penting untuk dilakukan untuk mengantisipasi berkurangnya penghasilan keluarga, sehingga Anda dan anak-anak dapat hidup normal seperti ketika suami masih ada.

Dengan perencanaan keuangan yang telah dilakukan sebelumnya, Anda dapat menyiapkan dan mengumpulkan harta kekayaan Anda, sehingga Anda dapat melewati musibah terburuk dalam kehidupan Anda dengan tenang.

Salam Planners

The Meaning of Success

“Success is getting what you want, happiness is wanting what you get”
― W.P. Kinsella

Sukses adalah mendapatkan semua yang kau inginkan, bahagia adalah mendapatkan semua yang kauinginkan

Mari menjemput sukses…

The Pride of Being A Mother

Dear Planners,

Adalah suatu keajaiban dan kehormatan yang tertinggi untuk menjadi seorang ibu, yang dengan ikhlas memberikan segenap jiwa dan raganya untuk suami dan anak-anaknya tercinta.

“Motherhood is near to divinity. It is the highest, holiest service to be assumed by mankind.”
― Howard W. Hunter

Saya bangga dan bahagia menjadi seorang ibu. Bagaimana dengan Anda?

Step by Step Cerdas Finansial Bagi (Single) Mom

Siang Planners,

Kemarin sudah kita bahas tentang pentingnya perencanaan keuangan bagi seorang wanita, terutama yang telah menjanda, agar tidak mengalami ketimpangan ekonomi ketika terpaksa harus mandiri secara finansial agar tetap bisa menghidupi dan melanjutkan kehidupannya dan anak-anaknya. Untuk itu, ada beberapa langkah perencanaan keuangan yang perlu diketahui oleh setiap wanita agar menjadi cerdas secara finansial, terutama setelah ditinggal oleh pasangan hidupnya. Diantaranya adalah:

1. Kumpulkan Semua Harta Kekayaan Anda

2. Lunasi Hutang-hutang Anda

3. Buat Anggaran Keuangan

4. Hindari Pemakaian Kartu Kredit

5. Investasikan Uang Anda

6. Ajarkan Anak Anda untuk Menghargai Uang

7. Lindungi Keluarga Anda dengan Asuransi

Apabila kita bisa melakukan semua langkah-langkah perencanaan keuangan di atas dengan baik, insyaAllah kita bisa mandiri secara finansial dan dapat melanjutkan hidup keluarga ketika memulai kehidupan baru sebagai orang tua tunggal. Dalam tulisan-tulisan selanjutnya, akan kita bahas langkah-langkah perencanaan keuangan di atas secara lebih mendalam. Stay tuned….

Salam Perencanaan