Bangun Pilar Penyangga untuk Keranjang Batu Anda!

Dear Planners, Setelah mengidentifikasi semua batu biaya hidup yang ada di dalam keranjang Anda, sekarang saatnya Anda tentukan besarnya pilar penyangga untuk keranjang batu Anda dengan menghitung semua batu-batu biaya hidup tersebut selama satu tahun. Selanjutnya, Anda bagi hasilnya dengan 5% (rata-rata hasil bunga deposito pertahun). Hasil dari perhitungan ini adalah besarnya tiang (uang pertanggungan)Lanjutkan membaca “Bangun Pilar Penyangga untuk Keranjang Batu Anda!”

Batu Kelima: Biaya Hidup Orangtua

Dear Planners, Setiap anak pasti ingin berbakti kepada orangtuanya. Walaupun orangtuanya tidak pernah meminta, ketika anaknya sudah bisa hidup mandiri, pada umumnya pasti menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membiayai kehidupan orangtuanya yang sudah tidak bekerja lagi. Pernahkah Anda bayangkan apabila Anda suatu waktu dipanggil terlebih dahulu oleh Tuhan YME, bagaimana nasib orangtua yang mengandalkan Anda sebagaiLanjutkan membaca “Batu Kelima: Biaya Hidup Orangtua”

Batu Ketiga: Biaya Pendidikan Anak

Dear Planners, Pada postingan kemarin telah kita bahas tentang dua batu beban kehidupan yang harus diperhitungkan dalam membuat perencanaan dana warisan. Pada postingan kali ini, kita akan membahas tentang batu ke-tiga, yaitu perhitungan dana pendidikan yang harus disiapkan apabila suatu waktu terjadi risiko meninggal dunia kepada orangtuanya. Banyak orangtua yang mengatakan bahwa anak-anaknya harus mendapatkanLanjutkan membaca “Batu Ketiga: Biaya Pendidikan Anak”

Batu Kedua: Cicilan-cicilan yang Tidak Terproteksi

Dear Planners, Hal kedua yang harus diperhitungkan dalam menyiapkan dana warisan sebagai tiang penyangga apabila pasangan atau diri kita, atau keduanya mengalami musibah atau kematian adalah cicilan-cicilan yang tidak terproteksi. Kenapa perhitungan ini sangat penting? Tentunya kita tidak ingin meninggalkan beban hutang kepada anak-cucu kita, bukan? Oleh karena itu, cicilan-cicilan ini harus diperhitungkan agar apabilaLanjutkan membaca “Batu Kedua: Cicilan-cicilan yang Tidak Terproteksi”

Batu Pertama: Biaya Hidup Anda

Dear Planners, Dalam merencanakan dana warisan sebagai pilar penyangga bagi kehidupan rumah tangga apabila Anda atau pasangan Anda, atau keduanya sudah tidak bisa lagi menopang keranjang batu beban kehidupan karena dipanggil oleh Tuhan YME, hal pertama yang harus diperhitungkan adalah biaya hidup keluarga Anda. Hal ini perlu dilakukan apabila kita ingin keluarga kita tetap dapatLanjutkan membaca “Batu Pertama: Biaya Hidup Anda”

Batu-batu Beban Kehidupan

Dear Planners, Kemarin kita telah membahas cerita tentang keranjang yang penuh berisi batu-batu yang berat yang berada di atas sebuah papan, yang setiap hari harus ditopang oleh setiap pasangan suami-istri yang berjalan di atas kehidupan yang penuh dengan tantangan dan risiko, agar kehidupan berumah-tangga berjalan dengan baik. Batu-batu berat yang berada di dalam keranjang tersebutLanjutkan membaca “Batu-batu Beban Kehidupan”

Kisah Keranjang Batu

Dear Planners, Pernah dengar cerita tentang keranjang batu? Belum? Baiklah, begini ceritanya. Ada satu keranjang, penuh berisi batu, ada yang besar dan ada yang yang kecil. Keranjang tersebut terletak di atas sebuah papan datar. Di bawahnya, Anda dan pasangan Anda menopang papan tersebut dengan kedua lengan tegak lurus ke atas, dan berdiri di atas permukaanLanjutkan membaca “Kisah Keranjang Batu”

Contoh Simulasi Pembagian Harta Waris

Question: Assalamualaikum. Almarhum kakak kami, laki2, baru 40 hari meninggal. Ia meninggalkan 1 istri, 2 anak perempuan dan 1 anak laki. Ayahnya masih hidup. Sebelum meninggal, ia membeli rumah yg dihadiahkan untuk istrinya. Ketiga anaknya diasuransikan. Dia memiliki sebuah rumah juga sebuah kolam pemancingan, tabungan, dan mungkin tunjangan dari kantor (bank BRI). Yang ingin ditanyakan:Lanjutkan membaca “Contoh Simulasi Pembagian Harta Waris”

Apakah Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Termasuk Harta yang Harus Dibagikan?

Question: Assalamualaikum. Almarhum kakak kami, laki2, baru 40 hari meninggal. Ia meninggalkan 1 istri, 2 anak perempuan dan 1 anak laki. Ayahnya masih hidup. Sebelum meninggal, ia membeli rumah yg dihadiahkan untuk istrinya. Ketiga anaknya diasuransikan. Dia memiliki sebuah rumah juga sebuah kolam pemancingan, tabungan, dan mungkin tunjangan dari kantor (bank BRI). Yang ingin ditanyakan:Lanjutkan membaca “Apakah Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Termasuk Harta yang Harus Dibagikan?”